DJITUBERITA,JOMBANG – Pengasuh KH Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib menyatakan dukungannya kepada Mochamad Irfan Yusuf Hasyim untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Menurut Gus Ulib, Gus Irfan merupakan figur yang layak memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia karena memiliki garis keturunan pendiri NU sekaligus kapasitas kepemimpinan yang kuat.
Baca Juga Selengkapnya: Jelang Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU Ajak Warga Nahdliyin Selektif Pilih Pemimpin
“Beliau merupakan dzurriyah Mbah Hasyim Asy’ari dan memiliki kemampuan manajerial yang tidak perlu diragukan lagi. Kapabilitas dan integritasnya sangat layak untuk memimpin PBNU ke depan,” ujar Gus Ulib.
Ia menilai Gus Irfan memiliki kapasitas, integritas, serta diterima berbagai kalangan untuk memimpin PBNU pada periode mendatang.
Baca Juga Selengkapnya: Poros Muda NU: Haji 2025 Dinilai Kacau, Menag Harus Bertanggung Jawab!
Saat ini, Gus Irfan menjabat sebagai Menteri Haji dan Umrah RI. Cucu pendiri NU tersebut dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Indonesia pada September 2025.
Di sisi lain, Gus Ulib juga mengkritisi penunjukan Saifullah Yusuf atau dikenal Gus Ipul sebagai Ketua Panitia Muktamar NU ke-35. Menurutnya, posisi tersebut seharusnya diisi figur yang benar-benar netral dan tidak memiliki keterlibatan dalam dinamika konflik internal PBNU sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa netralitas panitia menjadi faktor penting untuk menjaga pelaksanaan Muktamar berlangsung adil, bermartabat, dan terhindar dari polemik baru.
“Ketika nilai moral dan spiritual dikeluarkan dari organisasi atau perkumpulan, maka yang tersisa hanyalah perebutan kekuasaan yang bisa menghilangkan rasa keadilan dan peradaban kemanusiaan,” tegasnya.
Baca Juga Selengkapnya: Pro Kontra Izin Kelola Tambang oleh Ormas Keagamaan, Peluang atau Ancaman?
Gus Ulib juga mengingatkan bahaya kekuasaan absolut dengan menyinggung ungkapan Raja Prancis Louis XIV, L’etat c’est moi atau artinya “Negara adalah saya”,
Menurutnya dapat menjadi cerminan dominasi kekuasaan yang mengabaikan nilai keadilan.
Sementara itu, PBNU Pusat telah mulai mempersiapkan pelaksanaan Muktamar NU ke-35 dan mengesahkan susunan panitia Munas, Konbes, serta Muktamar melalui surat keputusan resmi.
Sumber: timesindonesia.co.id – tim















