DJITUBERITA,BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar dan bentuk kepasrahan kepada Allah SWT di tengah kondisi musim kemarau yang cukup panjang.
Salat Istisqa dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Bangka Selatan, Jumat (4/9/2026) pagi. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, serta sejumlah elemen masyarakat.
Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP mengatakan salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual agar wilayah Bangka Selatan segera mendapat hujan yang membawa keberkahan.
“Dalam kepasrahan kita sebagai umat, kita memohon kepada Allah agar Bangka Selatan segera diturunkan hujan yang berkah,” kata Riza seusai salat.
Menurut Riza, kondisi alam yang sulit diprediksi menjadi pengingat agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia mengajak masyarakat memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas berbagai kekhilafan.
“Mari kita berpasrah terkait alam ini kepada Allah SWT dengan banyak istighfar dan meminta banyak ampunan,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap melakukan berbagai langkah untuk menghadapi dampak kemarau. Sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, kata Riza, terus memperhatikan ketersediaan sumber air.
Upaya penyediaan sumber air juga dilakukan bersama Forkopimda dan aparat penegak hukum, salah satunya melalui pembangunan sejumlah sumur bor.
“Upaya dari pemerintah sudah dilakukan. Beberapa dinas terkait sudah bergerak, kemudian sumber air juga terus kita perhatikan. Dari Forkopimda dan APH ada beberapa sumur bor yang telah mereka lakukan,” kata dia.
Namun, Riza mengakui berbagai upaya tersebut belum sepenuhnya memberikan hasil maksimal. Karena itu, ia mengajak masyarakat tetap berikhtiar sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
“Ikhtiar kita sebagai manusia biasa sudah kita lakukan, untuk hasil belum maksimal. Maka untuk hasil, mari kita berpasrah dan memohon doa kepada Allah SWT,” ujarnya.
Riza juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam pelaksanaan salat Istisqa. Menurut dia, doa yang dilakukan secara bersama-sama menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi alam yang terjadi.
“Kita selaku manusia biasa, tempat kita berserah diri terakhir kepada Yang Maha Kuasa, Sang Maha Pencipta, Allah SWT,” katanya.
Di tengah kemarau, Riza mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan secukupnya. Ia juga meminta masyarakat menjaga kebersamaan dan menyampaikan persoalan yang dihadapi agar dapat dicarikan solusi bersama.
“Pesan kepada masyarakat, mari kita saling mendoakan, gunakan air secukupnya. Kalau nanti ada keluhan seperti apa, nanti kita coba bersolusi bersama-sama, karena situasi alam ini memang sangat susah ditebak,” ujarnya.
Riza memandang pelaksanaan salat Istisqa juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri. Ia menyebut kegiatan serupa terakhir kali dilaksanakan sekitar lima tahun lalu.
“Mungkin Salat Istisqa ini sudah pernah kita lakukan lima tahun yang lalu, dan ini baru kita lakukan lagi. Artinya Allah sedang menguji kita selaku hamba-Nya agar ingat bahwa kita ini manusia biasa, penuh khilaf dan kita harus kembali mengingat Allah,” kata Riza.
Ia berharap ikhtiar lahir dan batin yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat dapat membuahkan hasil. Riza pun mengajak masyarakat Bangka Selatan terus berdoa agar hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi seluruh wilayah.
“Mari kita terus berdoa dan berikhtiar. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang berkah untuk Bangka Selatan,” pungkasnya.















