Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita DaerahPemerintahan

Sagu SBT Jadi Rebutan Investor, Dua Perusahaan Mulai Melirik

59
×

Sagu SBT Jadi Rebutan Investor, Dua Perusahaan Mulai Melirik

Sebarkan artikel ini

DJITUBERITA.COM BULA — Potensi sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mulai mencuri perhatian investor. Komoditas yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sektor ekonomi unggulan daerah.

Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, mengungkapkan bahwa potensi sagu di daerahnya mulai dilirik oleh investor dari berbagai daerah. Bahkan, sudah ada dua perusahaan yang menunjukkan ketertarikan untuk masuk dan mengembangkan potensi sagu di SBT.

Hal itu disampaikan Fachri dalam kegiatan Political Update, Konsolidasi dan Up Grading Pengurus yang berlangsung di Hotel Mutiara, Kota Bula, Kamis.

Menurutnya, perhatian investor tersebut menjadi sinyal positif bahwa sagu SBT memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara serius agar kehadiran investasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Potensi sagu yang kita miliki mulai dilirik investor. Sudah ada dua perusahaan yang menunjukkan ketertarikan,” ujar Fachri.

Masuknya investor diharapkan tidak sekadar berorientasi pada pemanfaatan bahan baku, tetapi juga mampu mendorong hilirisasi sagu. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjual hasil produksi dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat memperoleh nilai tambah melalui pengolahan dan industri turunannya.

Sagu sendiri memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan maupun bahan baku industri. Jika dikelola dengan baik, komoditas tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Pemerintah Kabupaten SBT pun dituntut memastikan investasi yang masuk berjalan dengan prinsip keberlanjutan serta melibatkan masyarakat lokal.

Bagi SBT, ketertarikan dua perusahaan tersebut menjadi momentum untuk membuktikan bahwa sagu bukan sekadar warisan pangan masyarakat Maluku, tetapi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

Kini, publik menanti langkah konkret pemerintah daerah dan calon investor dalam menerjemahkan ketertarikan tersebut menjadi investasi nyata yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat SBT. (SR98)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *