Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
BangkaHukum & Kriminal

Ratusan PIP Kuasai DAS Sungailiat: Siapa Big Bos “Assiang” di Balik Dugaan Kartel Timah Ilegal?

×

Ratusan PIP Kuasai DAS Sungailiat: Siapa Big Bos “Assiang” di Balik Dugaan Kartel Timah Ilegal?

Sebarkan artikel ini
Aktivitas PIP di DAS Sungailiat terekam awak media,tampak kepadatan ponton.Foto/Ist

Bangka – Sore itu, Senin (1/12/2025). Tim investigasi bergerak menuju Sungailiat Kabupaten Bangka sekitar 30 kilometer dari pusat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Angin pesisir memandu langkah ke Jalan Laut wilayah yang dalam beberapa bulan terakhir dipenuhi keluhan nelayan. Sungai yang dahulu menjadi jalur kehidupan kini berubah wajah: sesak oleh aktivitas Ponton Isap Produksi (PIP) yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Ratusan PIP Bekerja Tanpa Ketakutan

Sesampainya di lokasi, laporan warga terbukti. Ratusan PIP tampak mangkal di sepanjang DAS. Sebagian masih beroperasi penuh meski hari itu hari yang biasanya digunakan untuk beristirahat.

Para pekerja terlihat tenang menurunkan pipa besi sepanjang 16–18 meter ke perut bumi, menyedot material bercampur bijih timah. Material itu dialirkan ke meja goyang sebelum dipisahkan menjadi bijih siap jual.

Semua berlangsung terbuka. Tidak ada kesan bahwa aktivitas ini menyalahi hukum.

Seorang pekerja mengaku kepada tim investigasi:

“Harga timah di sini murah bang, cuma Rp120 ribu per kilo. Kalau hari ini dapat 80 kg, lumayan. Rata-rata satu PIP bisa hasilkan 50 kg.”

Pondok Hitam: Titik Kumpul Penampung Timah

Di tepian DAS, terlihat sebuah pondok sederhana beratap polibek hitam. Di tempat itulah seluruh biji timah hasil sedotan PIP ditimbang.

Menurut salah satu pekerja penimbangan, seluruh timah dari kawasan tersebut dibeli oleh sosok yang dikenal dengan nama Big Bos Assiang, warga Desa Rebo, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat.

“Hari ini cuma empat PIP yang kerja bang. Biasanya Big Bos Assiang sore sering datang,” ujar seorang pekerja.

Siapa Big Bos Assiang, dan Mengapa Aktivitas Ini Tak Tersentuh?

Pertanyaan besar muncul dari temuan ini:

Siapa sebenarnya Big Bos Assiang yang diduga membeli timah ilegal dalam jumlah besar?

Mengapa aktivitas masif seperti ini seakan luput dari pantauan aparat?

Apa peran Polres Bangka, aparat desa, dan instansi penegak hukum lainnya?

Benarkah ada aliran setoran tertentu sehingga kegiatan ilegal ini dibiarkan berjalan?

Tim juga menelusuri jalur aliran timah tersebut. Apakah masuk ke perusahaan tertentu? Atau bagian dari jaringan penyelundupan timah yang selama ini menjadi sorotan nasional?

Tim Investigasi Menyambangi Rumah Big Bos

Pada malam hari, tim mendatangi kediaman Big Bos Assiang. Namun, meski sudah berada tepat di depan pagar rumahnya, ia tidak keluar menemui awak media. Rumah dalam keadaan tertutup, tanpa aktivitas berarti.

Tertutupnya informasi ini justru memperkuat dugaan adanya upaya penyamaran.
Sementara negara kehilangan pemasukan miliaran rupiah dari kebocoran timah ilegal, seorang bos diduga menikmati keuntungan pribadi.

Nelayan Menjerit: Muara Semakin Dangkal

Akibat masifnya PIP, muara Sungailiat kini mengalami pendangkalan parah. Nelayan tradisional mengeluhkan kapal sulit keluar masuk. Beberapa bahkan menghentikan aktivitas melaut karena akses sudah tertutup tumpukan lumpur hasil pengerukan.

Kerusakan ini menghantam bukan hanya ekonomi lokal, namun juga keseimbangan ekologis yang selama ini menopang DAS Sungailiat.

Satgas PKH Diminta Bertindak

Berdasarkan temuan lapangan, tim investigasi mendesak Satgas Penegakan Hukum Minerba & Penyelundupan Timah (PKH) untuk turun tangan.

Jika dibiarkan, praktik illegal mining ini akan menjadi bom waktu menggerogoti lingkungan, memiskinkan nelayan, dan terus merugikan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *