BANGKA SELATAN,DJITUBERITA.COM – Setelah dilaporkan ke Polres Bangka Selatan oleh Kepala Desa Tanjung Labu atas dugaan pencemaran nama baik, akun TikTok French $$ yang sempat viral karena mengunggah video soal dugaan pembabatan hutan di wilayah desa Tanjung Labu Kecamatan Lepar Kabupaten Bangka Selatan akhirnya buka bicara.
Melalui pesan WhatsApp dan konfirmasi telepon kepada jejaring media Djituberita.com pada Senin sore (23/6). Ia menyampaikan keterangan atas laporan kepolisian yang ditujukan kepadanya.
“Siapa yang saya sebut sebagai penjual lahan desa? Di video itu saya hanya mengatakan: ‘dk lawan jadi kades rajin di humpi-humpi maken duit haram.” (Tidak lawan jadi Kades sering di sumpah-sumpah makan uang haram_red).
Apakah kalimat itu salah jika memang anda tidak ada kaitannya dengan perusahaan tersebut” ujarnya.
Ia mempertanyakan sikap diam Kepala Desa Tanjung Labu yang selama ini tidak mengambil langkah hukum atau mempublikasikan secara terbuka dugaan aktivitas ilegal oleh perusahaan sawit tersebut.
“Kalau memang tidak ada dalangnya, mustahil PT bisa seenaknya membabat atau mengusur lahan kosong milik desa untuk ditanami sawit,” tambahnya.
Sebaliknya, ia menyayangkan tindakan kepala desa yang justru melaporkannya ke polisi.
“Sebagai pemimpin desa, seharusnya anda mendukung saya atau pun masyarakat desa agar persoalan ini viral dan diketahui penegak hukum. Bukannya malah memutarbalikkan fakta dan menyebut saya mencemarkan nama baik,” katanya lagi.
Ia mengaku sebagai warga kecil yang hanya ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat desa. Ia juga mempertanyakan motif laporan polisi yang dilayangkan kepadanya, seraya menyebutkan kemungkinan adanya “udang di balik batu” dalam perluasan lahan sawit oleh perusahaan.
“Kalau memang tidak ada perjanjian, izin, atau tanda tangan anda terhadap PT ,untuk apa repot-repot melaporkan saya,”tandasnya
Akhir pernyataannya, French $$ menyatakan akan mengajukan laporan balik bersama warga Desa Tanjung Labu terkait dugaan penghilangan hak masyarakat atas lahan desa.
“Hari ini saya mewakili masyarakat desa Tanjung Labu secara resmi berencana melaporkan kembali kasus yang menyangkut habisnya lahan desa kami kepada pihak berwajib,” tutupnya.(*)















