BOGOR – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor pada tahun 2024 mencapai Rp 2,87 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh berbagai inovasi dan strategi optimalisasi pajak yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Dalam upaya memperkuat pendapatan daerah, Pemkab Bogor menggelar Anugerah Pajak Daerah 2024 sebagai bentuk apresiasi kepada instansi pemerintah, kepala desa/lurah, dan masyarakat yang taat membayar pajak. Acara ini juga menjadi momentum peluncuran inovasi “SIOBOI LUMPAT” (Strategi Kolaborasi Pengelolaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan).
Program ini dirancang untuk mengoptimalkan penerimaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta Opsen Pajak MBLB melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kerja sama ini diawali dengan penandatanganan perjanjian optimalisasi pemungutan Pajak MBLB dan akan diperkuat dengan pembentukan tim khusus untuk menggali potensi penerimaan pajak.
Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Bachril Bakri, menegaskan bahwa pajak daerah menjadi komponen terbesar dalam PAD, menyumbang sekitar 65% di tahun 2024. “Kepatuhan wajib pajak menjadi pondasi penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan program sosial demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bachril juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah dengan membayar pajak tepat waktu. Ia mengapresiasi peluncuran SIOBOI LUMPAT sebagai inovasi yang mempermudah layanan perpajakan dan meningkatkan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor, Andri Hadian, menyampaikan bahwa pendapatan daerah mengalami kenaikan ±8% tiap tahun, sementara target pajak daerah naik sekitar ±13,8% setiap tahun. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan belanja daerah.
“Kegiatan Anugerah Pajak Daerah ini diharapkan memotivasi masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih sadar dan patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Partisipasi aktif dari semua pihak sangat penting untuk mendukung kelancaran pembangunan di Kabupaten Bogor,” tutup Andri.
(Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)















