Tangerang Selatan – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK memperkuat sinergi lintas lembaga dalam pemberantasan korupsi dan judi online melalui inisiatif “Operasi Lebah Madu”. Program ini dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Data PPATK dalam Rangka Mendukung Pemberantasan Korupsi dan Judi Online” yang berlangsung di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Kamis (30/10/2025).
FGD diikuti oleh 54 peserta dari berbagai lembaga strategis, seperti BKN, Kejaksaan RI, BPK, BPKP, Kemenkeu, Kemendagri, Mahkamah Agung, dan AAIPI.
Diskusi fokus ini pada penyusunan prosedur baku antarinstansi untuk menindaklanjuti temuan keuangan yang mengindikasikan pelanggaran hukum atau disiplin pegawai.
Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK Danang Tri Hartono menjelaskan, Operasi Lebah Madu merupakan strategi berbasis data yang dirancang untuk memperkuat pencegahan serta penindakan terhadap dua kejahatan ekonomi terbesar di Indonesia.
“Basis data PPATK ibarat nektar informasi yang diolah menjadi madu intelijen keuangan produk bernilai tinggi yang mendukung penegakan hukum dan peningkatan penerimaan negara,” ujar Danang.
“Kolaborasi berbasis data menjadi kunci keberhasilan Indonesia menghadapi kompleksitas kejahatan keuangan modern,” pungkas Danang.
Kolaborasi Data untuk Lawan Kejahatan Ekonomi
Inisiatif ini menekankan pentingnya kolaborasi berbasis data (data-driven collaboration) antarinstansi, agar setiap indikasi transaksi mencurigakan dapat ditindaklanjuti secara cepat, transparan, dan berkelanjutan.
Sejak Januari 2020 hingga Agustus 2025, PPATK telah menyerahkan 1.681 Produk Intelijen Keuangan (PIK) kepada aparat penegak hukum dan kementerian/lembaga terkait yang mengindikasikan tindak pidana korupsi.
Judi Online Capai Rp976,8 Triliun
Selain korupsi, PPATK menyoroti lonjakan drastis perputaran dana judi online yang kini mencapai Rp976,8 triliun sejak 2017 hingga semester I 2025, dengan lebih dari 709 juta transaksi.
Jumlah pemain meningkat pesat dari 3,79 juta orang (2023) menjadi 9,78 juta orang (2024) dengan total deposit Rp51,3 triliun.
Ironisnya, sekitar 51.611 pemain judi online berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sinergi PPATK dan DJP Hasilkan Rp4,48 Triliun
Operasi Lebah Madu juga berperan dalam peningkatan penerimaan negara melalui kerja sama PPATK dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Sejak 2022 hingga Juli 2025, sinergi keduanya berhasil menghasilkan penerimaan pajak sebesar Rp4,48 triliun.
“PPATK ingin memastikan data intelijen keuangan tidak berhenti di tahap analisis, tetapi menjadi dasar kebijakan dan penegakan disiplin ASN yang cepat dan terukur,” tegas Danang.
Bangun Sistem Peringatan Dini Nasional
PPATK menegaskan komitmennya memperkuat fungsi intelijen keuangan nasional agar setiap data transaksi dapat berperan sebagai early warning system terhadap kejahatan ekonomi.
Melalui Operasi Lebah Madu, PPATK mendorong terbentuknya komitmen kolektif lintas lembaga demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.(tim)















