Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalEkonomi

IHSG Meroket, Sentimen Positif Usai Menkeu Purbaya Tarik Dana Rp200 Triliun

×

IHSG Meroket, Sentimen Positif Usai Menkeu Purbaya Tarik Dana Rp200 Triliun

Sebarkan artikel ini
Bursa Efek Indonesia (IDX), Jakarta. (Sumber foto: IDX BEI Jakarta)

Jakarta,Djituberita.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bergairah setelah pernyataan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, direspon sentimen positif pasar.

Ia menegaskan rencana pemerintah menarik dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang selama ini ditempatkan di Bank Indonesia (BI) untuk dialirkan ke perbankan nasional, khususnya Himbara, sebagai penopang likuiditas dan percepatan kredit ke sektor riil.

Langkah tersebut langsung direspon positif oleh pelaku pasar. IHSG ditutup menguat 0,64 persen ke level 7.748 pada perdagangan Jum’at (12/9), dipimpin oleh saham-saham sektor keuangan, termasuk bank-bank BUMN seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN, hingga BRIS yang kompak menghijau.

“Dana ini tidak boleh digunakan untuk membeli SBN, melainkan murni untuk memperkuat penyaluran kredit ke dunia usaha,” ujar Purbaya dalam keterangannya di berbagai media bisnis Indonesia (12/9).

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah merestui kebijakan ini, dengan tujuan mendorong perputaran ekonomi di tengah gejolak global.

Sejumlah analis menilai kebijakan ini menjadi katalis positif jangka pendek bagi BEI. “Pasar melihat ada sinyal kuat pemerintah ingin mendorong likuiditas riil, sehingga sektor keuangan langsung menjadi primadona,” jelas analis Indopremier dalam riset hariannya.

Bahkan pada sesi perdagangan Jum’at (12/9), IHSG sempat meroket lebih dari 1 persen. Investor asing tercatat melakukan net buy, memperlihatkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek kebijakan fiskal baru.

Meski demikian, pengamat mengingatkan bahwa euforia ini masih rawan koreksi. Mekanisme teknis penyaluran dana, efektivitas pengawasan, hingga dampaknya terhadap inflasi akan menjadi faktor penentu.

“Pasar sedang optimistis, tetapi realisasi kebijakan ini harus jelas agar tidak menimbulkan risiko moral hazard maupun tekanan inflasi,” ujar analisis keuangan dari Strategi Institute, Fauzan Luthsa di Jakarta (12/9).

Dengan dukungan kebijakan fiskal dan sinyal keberpihakan terhadap sektor riil, pelaku pasar optimistis IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan. Sejumlah analis memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 7.600 – 7.900 dalam jangka pendek, dengan sektor keuangan, infrastruktur, dan konsumsi menjadi penopang utama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *