TOBOALI,DJITUBERITA.COM. – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Selatan mencatat laju inflasi pada Juli 2025 sebesar 0,46 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang 0,42 persen terhadap angka inflasi,” ungkap Agung saat dikonfirmasi media, Sabtu siang (2/8/2025).
Kepala BPS Bangka Selatan, Agung Rahmadi, menjelaskan bahwa meski tidak dihitung secara langsung di Toboali, data inflasi Bangka Selatan tetap merujuk pada data inflasi Kota Pangkalpinang yang menjadi acuan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Baca Juga Selengkapnya: Ekonomi Lesu, Daya Beli Anjlok, Deka Indra Soroti Akar Masalahnya
Baca Juga Selengkapnya: Pedagang Pasar Toboali Mengeluh Sepinya Pembeli: Daya Beli Masyarakat Kian Melemah
Menurut Agung, kenaikan inflasi di bulan Juli dipicu oleh sejumlah komoditas strategis, terutama bawang merah, bawang putih, dan ayam broiler yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan.
Selain itu, harga ikan segar juga terdampak oleh cuaca buruk, termasuk angin kencang dan gelombang tinggi yang mengganggu aktivitas nelayan dan membatasi pasokan ikan di pasar lokal.
“Tekanan inflasi kali ini didorong oleh terbatasnya pasokan bahan pangan akibat faktor cuaca. Ini menjadi isu penting dalam dinamika ekonomi masyarakat karena memengaruhi daya beli,” kata Agung.
Ia juga menambahkan bahwa pemantauan terhadap dinamika harga tetap dilakukan secara berkala sebagai bagian dari fungsi BPS dalam menyediakan data makro ekonomi yang akurat dan terkini.
BPS Bangka Selatan mendorong kolaborasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di daerah, terutama menjelang potensi lonjakan permintaan di bulan-bulan mendatang,”pungkas Agung. (*)















