Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Benang Merah Bersih-Bersih BUMN dalam Asta Cita Presiden Prabowo

×

Benang Merah Bersih-Bersih BUMN dalam Asta Cita Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Sosok Presiden RI Prabowo Subianto dengan visi Asta Cita untuk Indonesia Foto Istimewa

DJITUBERITA, EDITORIAL – Agenda bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu ujian penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.  dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Di tengah upaya tersebut, rentetan perkara yang melibatkan sejumlah BUMN kembali menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan mendasar apakah persoalan yang terjadi hanya kasus per kasus, atau merupakan cerminan lemahnya tata kelola perusahaan negara selama bertahun-tahun?

Sorotan itu mengarah pada sejumlah perkara besar yang telah dipublikasikan, mulai dari kasus investasi PT ASABRI (Persero), perkara yang berkaitan dengan PT Krakatau Steel (Persero), berbagai perkara di lingkungan PT PLN (Persero), hingga perkembangan terbaru berupa langkah penyidikan dan penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dalam perkara yang telah diumumkan secara resmi.

Baca Selengkapnya: Danantara Pangkas 240 Entitas BUMN, Sektor Energi dan Tambang Jadi Fokus Restrukturisasi

Baca Selengkapnya: Penyehatan BUMN Dikawal Ketat, Danantara Gandeng Kejagung, BPKP, dan BPK

Baca Selengkapnya: KAMAKSI Desak Danantara Segera Copot 30 Komisaris Rangkap Wamen, Patuhi Putusan MK

Di sisi lain, Kejaksaan Agung juga melalui Jampidsus walaupun di hantam prahara kasus masih mengagendakan  tetap menangani sejumlah perkara korupsi strategis yang berkaitan dengan BUMN.

Walaupun setiap perkara memiliki objek, waktu, dan konstruksi hukum yang berbeda, terdapat pola yang hampir serupa, yakni dugaan lemahnya pengawasan internal, pengendalian investasi, tata kelola pengadaan, manajemen risiko, serta efektivitas fungsi audit internal dan pengawasan korporasi seperti banyaknya komisaris. Persoalan inilah yang menjadi benang merah dalam berbagai evaluasi terhadap BUMN.

Perkembangan penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum semakin memperkuat tuntutan publik agar reformasi BUMN tidak hanya berhenti pada penindakan terhadap pelaku yang diduga melakukan penyimpangan, tetapi juga menyasar pembenahan sistem yang memungkinkan praktik tersebut terjadi. Penegakan hukum dan reformasi kelembagaan dipandang sebagai dua sisi yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam konteks inilah pembentukan Danantara memperoleh perhatian besar. Sebagai pengelola investasi dan aset strategis BUMN, Danantara diharapkan menjadi motor transformasi tata kelola perusahaan negara melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance, efisiensi bisnis, transparansi, serta akuntabilitas yang lebih kuat.

Harapannya, pengelolaan aset negara tidak lagi hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu membangun sistem yang menutup ruang terjadinya penyimpangan.

Namun tantangan sesungguhnya justru berada pada BUMN yang belum pernah tersentuh evaluasi mendalam ataupun proses hukum. Publik berharap pemerintah tidak hanya melakukan pembenahan terhadap perusahaan yang telah menjadi sorotan, tetapi juga melaksanakan audit menyeluruh, memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi, meningkatkan kualitas manajemen risiko, dan memastikan setiap pengambilan keputusan bisnis dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat BUMN mengelola aset negara bernilai sangat besar dan memiliki peran strategis dalam sektor energi, keuangan, industri, infrastruktur, telekomunikasi, hingga pelayanan publik. Karena itu, setiap kelemahan tata kelola berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap keuangan negara maupun kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, agenda bersih-bersih BUMN di era Presiden Prabowo akan dinilai bukan semata dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap oleh Kejaksaan Agung maupun Kortastipidkor Polri. Ukuran keberhasilannya adalah lahirnya tata kelola yang mampu mencegah penyimpangan sejak dini, memperkuat integritas pengelolaan perusahaan negara, meningkatkan kinerja BUMN, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan kekayaan negara.

Di tengah berbagai tantangan bangsa, banyak masyarakat berharap Presiden RI Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa, agar tetap mampu mengemban amanah, bekerja tanpa lelah, dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, lebih maju, dan semakin menyejahterakan seluruh rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *