Jakarta – Puncak peringatan Milad ke-70 Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) berlangsung khidmat di Gedung GPO LPP TVRI, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Momentum bersejarah organisasi mahasiswa tersebut tak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga menunjukkan kuatnya jejaring dukungan dari berbagai kalangan strategis nasional.
Pantauan di lokasi Jumat siang, kawasan LPP TVRI tampak semarak. Ratusan karangan bunga berjejer rapi di sepanjang halaman gedung, menciptakan lanskap penuh warna yang mencerminkan derasnya ucapan selamat dan dukungan terhadap SEMMI di usia ke-70 tahun.
Ucapan tersebut datang dari lintas sektor, mulai dari anggota legislatif, pimpinan organisasi kepemudaan, tokoh relawan, hingga pejabat tinggi institusi negara. Nama-nama yang tercantum dalam karangan bunga antara lain:
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Rocky Candra, Ketua Umum PP Tidar Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Umum Gerindra G. Budisatrio Djiwandono yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna.
Dukungan juga mengalir dari kalangan relawan, seperti Willem Frans Ansanay (Ketua Bara JP), menandakan luasnya basis relasi organisasi ini di ranah sosial-politik nasional.
Tak hanya itu, institusi penegak hukum dan negara turut menunjukkan perhatian. Karangan bunga terlihat berasal dari Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Kepala BNN DKI Jakarta Brigjen Pol Awang Joko Rumitro, hingga Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Himawan Bayu Aji.
Nama lain yang turut memberikan ucapan di antaranya Agung Nugroho (Direktur BPJS Ketenagakerjaan), Irjen Pol Andri Wibowo, serta Brigjen Pol Solihin (Wakapolda Sumatera Barat), bersama sejumlah pejabat dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.
Kehadiran ratusan papan bunga ini menjadi simbol kuat bahwa SEMMI masih memiliki posisi strategis dalam peta gerakan intelektual dan sosial di Indonesia. Di usia tujuh dekade, organisasi ini dinilai tetap relevan sebagai wadah kaderisasi intelektual muda muslim sekaligus mitra kritis dalam mengawal arah pembangunan bangsa.
Perayaan Milad ke-70 ini sekaligus menjadi penegasan bahwa SEMMI tidak berjalan sendiri. Dukungan dari berbagai elemen baik politik, birokrasi, maupun aparat negara menjadi sinyal bahwa eksistensi dan kontribusi organisasi ini masih diperhitungkan di tingkat nasional.(rilis)















