Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka Selatan

South Street Fest: Cara IJTI Basel Menyalakan Kota Toboali Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

×

South Street Fest: Cara IJTI Basel Menyalakan Kota Toboali Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Suasana meriah South Street Fest di kawasan Himpang Lime Habang, Kota Toboali, Bangka Selatan, Sabtu malam (27/12/2025). Warga memadati lokasi menikmati hiburan rakyat dan bazar UMKM. Foto Istimewa

Toboali,Bangka Selatan – Toboali tak hanya ramai oleh lampu dan langkah kaki, Sabtu malam (27/12/2025). Di jantung kota Bangka Selatan, denyut kebersamaan terasa hidup ketika South Street Fest digelar.

Di balik keramaian itu, ada peran Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bangka Selatan. yang pelan tapi konsisten membangun kedekatan dengan masyarakat bukan lewat layar kaca, melainkan langsung di ruang publik.

Di bawah kepemimpinan Wiwin Suseno, IJTI Basel menjelma lebih dari sekadar organisasi profesi. Mereka hadir sebagai penggerak sosial, menjembatani hiburan, olahraga, UMKM, dan ruang silaturahmi warga dalam satu panggung kebersamaan.

Event yang berlangsung hingga 31 Desember 2025 ini menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari Basel Night Fun Walk, bazar UMKM, hingga hiburan rakyat yang menyedot ratusan peserta dari berbagai penjuru Bangka Selatan. Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa ruang publik yang inklusif masih sangat dirindukan.

Kawasan Himpang Lime Habang pun berubah wajah. Tak hanya menjadi titik kumpul, area ini menjelma sentra ekonomi kreatif dadakan. Stand-stand UMKM dipadati pengunjung, aroma kuliner lokal bercampur tawa warga, menandai berputarnya roda ekonomi di penghujung tahun.

Kehadiran Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, yang membuka acara secara resmi, memperkuat posisi IJTI Basel sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan sosial tidak selalu harus formal kadang cukup dimulai dari jalan sehat, musik, dan kebersamaan.

Ketua IJTI Basel, Wiwin Suseno, menegaskan bahwa kekuatan utama acara ini bukan pada panggung atau hadiah, melainkan partisipasi masyarakat.

“Tanpa masyarakat, acara ini bukan apa-apa. Antusiasme warga adalah ruh dari kegiatan ini,” ujarnya.

Lebih dari sekadar hiburan akhir tahun, South Street Fest menjadi cermin bagaimana komunitas jurnalis dapat mengambil peran nyata menghidupkan kota, menggerakkan ekonomi, dan menanamkan rasa memiliki terhadap ruang publik.

IJTI Basel tak sekadar meliput perubahan mereka ikut menciptakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *