Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka SelatanArtikel

Red Dak, Vespa Tua yang Menghidupkan Jalan Kenangan

×

Red Dak, Vespa Tua yang Menghidupkan Jalan Kenangan

Sebarkan artikel ini
Alpen siap bertualang bersama Red Dak, Vespa tua penuh kenangan.(Foto/Istimewa)

Penulis: Alpen

TOBOALI, DJITUBERITA.COM –
Di ujung selatan sebuah desa sunyi,
Berdiri rumah kayu, rapuh dan sepi.
Di terasnya diam, penuh debu dan retak,
Sebuah Vespa tua bernama Red Dak.

Ia bukan sekadar motor usang,
Tapi saksi bisu perjalanan panjang.
Dulu, bunyinya nyaring memekakkan,
“Dak-dak-dak!” jadi tanda kedatangan.

Pemiliknya Alpen, pemuda sederhana,
Tinggal bersama ayah dan ibunda.
Sore itu datang seorang kakek,
Bertanya pelan, suara penuh getek:

“Kenapa motor itu kau beri nama Red Dak?”
Alpen tertawa, menoleh dengan santai:
“Itu sahabatku sejak lama,
Suaranya nyaring, penuh gaya.”

Ban kempes, cat mengelupas
Joknya bersarang, sarang laba-laba tak lepas.
Namun Alpen tak menyerah pasrah,
Ia mulai membersihkan dengan penuh rasa.

Kakek tua ikut membantu,
Meski lutut ringkih dan tangan gemetar.
Di bawah pohon mangga mereka berpacu,
Dengan obeng tua dan semangat besar.

Dua pekan berlalu pelan,
Akhirnya hari itu datang tanpa beban.
Alpen mengengkol — mesin berderak,
Dan tiba-tiba: “Dak-dak-dak!”

Red Dak kembali hidup,
Suaranya menggema ke penjuru dusun.
Orang-orang keluar rumah tersenyum,
Menyambut sahabat lama yang bangkit dari diam.

Kini, setiap sore jadi cerita,
Red Dak menyusuri sawah dan desa.
Mengantar Alpen dan sang kakek renta,
Menapak kembali kenangan lama.

Di jalan kecil yang mereka sebut kenangan,
Vespa tua itu kembali jadi harapan.
Bukan sekadar kendaraan,
Tapi jembatan waktu dan kebahagiaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *