Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Pemerintahan

Pemkab Basel dan BPS Bahas Strategi Tangani Kematian Ibu dan Fertilitas Remaja

×

Pemkab Basel dan BPS Bahas Strategi Tangani Kematian Ibu dan Fertilitas Remaja

Sebarkan artikel ini
"Suasana Focus Group Discussion (FGD) Pemkab Basel bersama BPS bahas isu strategis kesehatan remaja.(20/11/24)

Bangka Selatan – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas isu strategis terkait kematian ibu dan fertilitas remaja.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda ini dihadiri oleh empat orang Tim BPS Pusat, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Kantor Kemenag, serta beberapa kecamatan dan desa.Rabu (20/11/2024)

Kepala Bappelitbangda Bangka Selatan, Herman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPS dalam melaksanakan FGD ini. “Tujuan FGD ini adalah memperdalam proses pengumpulan data, terutama indikator kematian maternal dan fertilitas remaja,” ujarnya.

Menurut Herman, indikator tersebut penting untuk pengukuran RPJMN 2024-2029 dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Bangka Selatan dipilih sebagai wilayah sampel untuk kajian mendalam.

Pernikahan Usia Dini Jadi Sorotan
Herman mengungkapkan bahwa pernikahan usia dini di Bangka Selatan menjadi akar sejumlah masalah, seperti gizi buruk, stunting, kematian ibu melahirkan, dan angka kematian bayi.

Berdasarkan data, Total Fertility Rate (TFR) di Bangka Selatan saat ini sebesar 2,15, sementara Angka Kelahiran Remaja (ASFR) mencapai 32,4. Diskusi juga membahas intervensi program dan kegiatan dari berbagai pihak untuk mengatasi isu ini.

Rencana Intervensi
Intervensi yang diusulkan meliputi:

1. Peningkatan dan pemerataan cakupan layanan kesehatan.

2. Perbaikan kualitas sarana dan prasarana kesehatan.

3. Sosialisasi dan advokasi kepada remaja.

4. Penguatan pengelolaan data kesehatan.

“Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat komitmen semua pihak untuk berperan aktif mengatasi persoalan kematian maternal dan fertilitas remaja di Bangka Selatan,” pungkas Herman.(Red)*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *