Jakarta,Djituberita.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle Kabinet Merah-Putih sore ini di Istana, menggantikan sebanyak lima menteri, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dengan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sentimen pasar langsung negatif – IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) merosot sekitar 1,28 % atau 100 poin, dari zona hijau di kisaran 7.900 menjadi 7.766,8 saat penutupan sesi I perdagangan .
Beberapa data utama mencatat:
Transaksi saham mencapai Rp 19–20 triliun dengan frekuensi lebih dari 2 juta kali .
Sektor perbankan terpukul keras – Saham BBCA (-3,75 %), BMRI (-4,06 %), BBRI (-2,50 %), dan lainnya melemah signifikan .
Di sisi lain, beberapa emiten seperti ANTM, UNTR, dan INDY justru mencatat penguatan mencerminkan sentimen selektif pada sektor tambang dan energi.
Rupiah justru terapresiasi tipis terhadap USD, antara 0,51 %–0,75 %, menjadi sekitar Rp 16.309–16.351/USD.
Para analis pasar menyebut penggantian Sri Mulyani yang dikenal memiliki kredibilitas kuat dalam menjaga disiplin fiskal sebagai pemicu utama aksi jual saham.
M. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menyatakan bahwa pengumuman tersebut membuat pasar “langsung bergeser ke zona merah” setelah sebelumnya menguat .
Hans Kwee (Jawa Pos) menekankan reputasi Sri Mulyani sebagai faktor penahan tekanan jual.
“Reputasi Sri Mulyani menjadi salah satu faktor utama yang menahan tekanan jual di pasar saham selama ini.”
Kini kepergiannya memunculkan kehawatiran tentang potensi melebar defisit anggaran .
Menurut analis dari Capital Economics, investor khawatir bahwa Purbaya akan lebih lentur terhadap tekanan fiskal dari Presiden Prabowo yang berencana membiayai program ambisius seperti program gizi sekolah dan peningkatan belanja pertahanan yang berpotensi melemahkan komitmen pada plafon defisit APBN sebesar minus 3 % dari PDB.
Komentar Menteri Keuangan Baru:
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, usai pelantikan, optimis bahwa koreksi pasar bersifat sementara. Ia memperkirakan pasar akan pulih dalam dua minggu ke depan, seiring investor mulai memahami visi dan kebijakan fiskalnya,”ujarnya dalam konferensi pers (8/9).
Ringkasan Reaksi Komponen Respon Pasar dan Analis:
IHSG Turun 1,28 % menjadi ~7.766 titik
Sektor Perbankan Kompak melemah (BBCA, BMRI, BBRI)
Sektor Tambang/Energi Beberapa saham menguat (ANTM, UNTR, INDY)
Rupiah Menguat tipis (≈ 0,5 %–0,75 %)
Sentimen Analis Reshuffle picu ketidakpastian fiskal dan penurunan kepercayaan. Target Pemulihan Menkeu baru optimis rebound dalam 2 minggu
Laporan ini mengonfirmasi bahwa pasar bereaksi cukup keras terhadap reshuffle kabinet sore hari ini (8/9/2025) menyorot sensitivitas investor terhadap figur ekonomi yang dipercaya dan arah kebijakan fiskal ke depan. (*)
Sumber -IDX BEI Jakarta















