Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita UtamaGlobalInternasional

Pahlawan Demi Keamanan Dunia, Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian

×

Pahlawan Demi Keamanan Dunia, Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Personel Tentara Nasional Indonesia dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melaksanakan briefing di shelter saat eskalasi di Lebanon Selatan guna menjaga kesiapsiagaan. (Sumber: Kapuspen TNI)

Djituberita.com  – Duka mendalam menyelimuti Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah satu prajurit terbaik bangsa gugur dalam penugasan misi perdamaian dunia di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026).

Di tanah yang jauh dari kampung halaman, di tengah dentuman artileri dan bayang-bayang konflik, prajurit TNI tetap berdiri di garis depan menjalankan mandat dunia demi menjaga perdamaian.

Insiden tragis itu terjadi saat situasi keamanan di wilayah misi memanas, ditandai dengan saling serang artileri di sejumlah titik rawan. Prajurit yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur di medan tugas. Sementara tiga rekannya mengalami luka akibat kerasnya konflik. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

“TNI sangat berduka atas gugurnya salah satu prajurit terbaik bangsa dalam menjalankan tugas perdamaian dunia,” ujar Donny Pramono dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, seluruh prajurit yang terluka telah mendapatkan penanganan medis terbaik. Dua prajurit dengan luka ringan dirawat di fasilitas Hospital Level I UNIFIL, sementara satu prajurit dengan luka berat dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Beirut.

Jenazah prajurit yang gugur kini disemayamkan di markas East Sector Headquarters (HQ), sambil menunggu proses pemulangan ke Tanah Air yang difasilitasi oleh KBRI Beirut.

Di tengah situasi yang terus berkembang, eskalasi di Lebanon Selatan dilaporkan semakin intens dengan meningkatnya aktivitas militer dan saling serang artileri.

Ketegangan yang melibatkan berbagai pihak bersenjata membuat wilayah misi UNIFIL berada dalam tekanan tinggi, sekaligus meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian, termasuk personel Tentara Nasional Indonesia yang bertugas.

Meski demikian, Panglima TNI menegaskan tetap berkomitmen menjalankan mandat perdamaian dunia secara profesional dengan mengutamakan keselamatan prajurit. Di tengah dunia yang masih bergolak, pengabdian prajurit Indonesia menjadi bukti nyata bahwa perdamaian bukan sekadar harapan melainkan perjuangan yang menuntut pengorbanan.(rilis)

Satu prajurit telah gugur. Tiga lainnya terluka.
Namun Semangat Menjaga Perdamaian Dunia Tak Pernah Padam Dari Prajurit Terbaik Dimiliki Bangsa Indonesia🇮🇩”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *