Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Kerusakan Infrastruktur di Padang Pariaman, Pastikan Penanganan Terpadu Pascabencana

×

Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Kerusakan Infrastruktur di Padang Pariaman, Pastikan Penanganan Terpadu Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Kepala Staf Kepresidenan bersama jajaran BNPB dan Pemkab meninjau lokasi terdampak bencana di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025). Foto istimewa/Tim.

Padang Pariaman,Sumatera Barat – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari meninjau langsung kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (29/11/2025). Didampingi Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis, Qodari memfokuskan peninjauan pada sejumlah jembatan dan akses jalan utama yang terdampak parah.

Salah satu titik utama yang dikunjungi adalah kawasan Jembatan Batang Anai, yang mengalami kerusakan signifikan akibat derasnya arus sungai. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, sedikitnya 18 jembatan rusak, terdiri dari 4 jembatan besar di sepanjang Sungai Batang Anai serta 14 jembatan kecil yang ambruk. Selain itu, 14 hingga 16 ruas jalan dilaporkan putus dan sempat membuat sejumlah wilayah terisolasi.

Qodari menyampaikan bahwa pemerintah pusat perlu mendapatkan gambaran menyeluruh terkait tingkat kerusakan untuk percepatan penanganan.

“Topik dasar hari ini adalah melihat langsung kondisi infrastruktur, terutama jembatan-jembatan yang putus. Semua data akan dirangkum supaya mendapatkan perhatian dan perbaikan pada waktunya,” ujar Qodari.

Selain mengecek infrastruktur, Qodari juga meninjau kondisi warga terdampak. Ia menyambut baik laporan bahwa banjir sudah surut dan sekitar 80 persen warga telah kembali ke rumah, dengan dukungan TNI–Polri dalam pembersihan lingkungan. Meski begitu, sebagian warga masih mengungsi karena rumahnya berada di zona rawan atau hanyut terbawa arus.

Dalam kunjungannya, Qodari turut menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat terputusnya akses, terutama di Jalan Lintas Utama kawasan Lembah Anai, yang biasanya menjadi jalur vital pergerakan perdagangan.

“Perbaikan harus segera dilakukan, bukan hanya untuk mobilitas, tetapi juga untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Qodari memastikan bahwa seluruh temuan di lapangan akan dibawa ke pemerintah pusat sebagai dasar untuk langkah rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat, tepat, dan terpadu.
“Ini semua nanti akan direview secara keseluruhan. Penanganan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga Sumatera Utara dan Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis menegaskan bahwa kerusakan jembatan menjadi tantangan besar bagi aktivitas warga. Di beberapa daerah, masyarakat bahkan harus memutar hingga 20 kilometer akibat jembatan utama putus.

“Ada sekitar 18 jembatan yang putus, termasuk empat jembatan besar. Selain itu, ada 14 sampai 16 titik jalan yang hancur,” jelas Bupati.

Ia memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Insyaallah kebutuhan dasar terpenuhi. Sesuai arahan pemerintah pusat, yang utama adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan mereka tidak kekurangan makanan,” ujarnya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *