Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengapresiasi capaian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dinilai berhasil melampaui target pembangunan perumahan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Apresiasi tersebut disampaikan Qodari dalam Forum Peningkatan Integritas Pejabat di Lingkungan Kementerian PKP yang digelar di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Dalam sambutannya, Qodari menegaskan bahwa program perumahan rakyat tidak semata-mata soal capaian angka atau proyek fisik, melainkan bagian dari ikhtiar besar negara untuk menghadirkan keadilan sosial. Menurutnya, rumah yang layak dan terjangkau merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Rumah itu pintu masuk agar rakyat kecil bisa hidup lebih aman, lebih sehat, dan lebih bermartabat. Pada akhirnya, mereka benar-benar bisa tersenyum merasakan kehadiran negara,” ujar Qodari.
Ia menekankan bahwa seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto bermuara pada satu tujuan utama, yakni memastikan rakyat kecil dapat hidup lebih layak, termasuk melalui kepastian hunian yang berkualitas.
Qodari juga mengutip pidato Presiden Prabowo dalam forum internasional di Davos, yang menegaskan esensi kepemimpinan adalah menghadirkan kebahagiaan bagi rakyat kecil.
“Tugas pemimpin adalah membuat yang lemah dan miskin agar tersenyum, iso ngguyu,” kata Qodari.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki tantangan besar karena menyangkut kebutuhan pokok manusia melalui sandang, pangan, dan papan yang berdampak langsung pada kehidupan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Qodari menjelaskan peran KSP dalam membantu Presiden mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk sektor perumahan. KSP, kata dia, secara aktif melakukan pemantauan lapangan, verifikasi data, serta memastikan program berjalan tepat sasaran.
“KSP mengumpulkan data dari kementerian dan lembaga, termasuk dari PKP, untuk memastikan program-program strategis ini benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia menyebut sejumlah program perumahan, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), terus dipantau secara langsung oleh KSP.
“Saya sering turun langsung melihat bagaimana program FLPP dan BSPS dilaksanakan di lapangan,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut,
Qodari menyampaikan bahwa target pembangunan perumahan tahun 2025 dalam RPJMN mengacu pada Permen PKP Nomor 14 Tahun 2025 ditetapkan sebesar 360.112 unit. Namun, realisasi yang dicapai jauh melampaui angka tersebut.
Data menunjukkan pembangunan rumah baru mencapai 579.403 unit, sementara peningkatan kualitas rumah tercatat sebanyak 169.172 unit. Kontribusi tersebut berasal dari berbagai skema pembiayaan, mulai dari APBN PKP, APBN non-PKP, pengembang, swadaya masyarakat, hingga gotong royong.
Secara rinci, kontribusi tersebut meliputi APBN PKP sebanyak 716 unit, APBN non-PKP 10.926 unit, pengembang 362.582 unit, swadaya masyarakat 204.030 unit, serta gotong royong 1.149 unit. Dengan demikian, total capaian program perumahan mencapai 748.575 unit.
Jika dibandingkan dengan target RPJMN sebesar 360.112 unit, capaian ini lebih dari dua kali lipat. Artinya, realisasi program perumahan melampaui target lebih dari 100 persen,” tegas Qodari.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor serta terobosan pembiayaan yang tidak hanya bergantung pada APBN, tetapi juga mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan lainnya.
Qodari berharap kinerja dan semangat jajaran Kementerian PKP dapat terus dijaga, mengingat sektor perumahan menyangkut langsung hajat hidup rakyat kecil.
“Tidak ada kebahagiaan yang lebih nyata selain melihat rakyat memiliki rumah, apalagi rumah pertama. Pasti senyum, pasti bahagia,” pungkasnya.
(rilis Humas KSP)















