BANGKA SELATAN,DJITUBERITA.COM-
Sebuah video pendek yang diunggah akun TikTok French$$, milik warga Desa Tanjung Labu, Kecamatan Kepulauan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, mendadak menjadi sorotan publik.
Video yang memperlihatkan kawasan hutan yang tampak porak-poranda itu disertai dengan narasi emosional penuh kecaman terhadap oknum yang diduga memberi izin pembabatan lahan secara besar-besaran.
Dalam narasinya, sang pengunggah menyebutkan bahwa lokasi tersebut berada di Desa Tanjung Labu, Kepulauan Lepar, dan meminta masyarakat luas untuk membantu viralkan kasus ini.
Ia juga melontarkan sumpah serapah dalam bahasa daerah, menuding bahwa kepala desa setempat turut terlibat dalam pemberian izin atas aktivitas yang diduga dilakukan oleh perusahaan perkebunan, meskipun nama perusahaannya belum diketahui secara pasti.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Desa Tanjung Labu maupun pihak Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terkait dugaan perusakan lingkungan ini. Begitu pula pihak perusahaan yang disebut-sebut dalam video belum dapat dikonfirmasi.
Video berdurasi pendek ini kini ramai diperbincangkan di media sosial, dan telah mengundang reaksi dari netizen yang mayoritas mengecam tindakan pembabatan hutan tanpa kejelasan izin maupun kajian dampak lingkungan.(*)















