Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Evaluasi Menteri Provokatif di Kabinet Prabowo, FAI Desak Perombakan

×

Evaluasi Menteri Provokatif di Kabinet Prabowo, FAI Desak Perombakan

Sebarkan artikel ini
Presidium Forum Aktivis Indonesia (FAI) Ramadhan Isa saat memberikan keterangan pers, salah satu tempat di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Jakarta,Djituberita.com – Selain sorotan publik terhadap tunjangan anggota DPR yang memicu aksi massa berhari-hari hingga menelan korban jiwa, kini perhatian masyarakat juga mengarah pada sejumlah menteri di Kabinet Presiden Prabowo yang dinilai berkinerja buruk serta melontarkan pernyataan tidak berpihak pada rakyat.

Presidium Forum Aktivis Indonesia (FAI), Ramadhan Isa atau akrab disapa Dhani, menegaskan bahwa persoalan bangsa tidak cukup hanya dievaluasi di level DPR. “Ini kita tidak boleh lupa, selain DPR, di kabinet juga banyak menteri yang kinerjanya buruk dan membuat rakyat menderita,” ujarnya kepada media, Selasa (2/9).

Menteri yang Disorot FAI:

Dhani kemudian membeberkan sejumlah nama menteri yang dinilai bermasalah:

1. Sri Mulyani – Menteri Keuangan
Disebut gagal memberikan masukan nyata soal kondisi kas negara hingga Indonesia terancam krisis fiskal. Kebijakan perpajakan juga dinilai membebani masyarakat di tengah kemiskinan dan pengangguran.

2. Amran Sulaiman – Menteri Pertanian
Pernyataannya yang membandingkan harga beras Indonesia dengan Jepang dianggap tidak logis dan tidak peka dengan kondisi ekonomi rakyat.

3. Budi Arie Setiadi – Menteri Koperasi
Terseret tuduhan terkait judi online (judol) sehingga merusak wibawa pemerintahan.

4. Yandri Susanto – Menteri Desa dan PDT
Disebut gagal menjaga infrastruktur pendamping desa, sehingga pembangunan desa justru terkesan seperti daerah tertinggal.

5. Bahlil Lahadalia – Menteri ESDM
Dituding membiarkan mafia migas berkembang tanpa upaya pemberantasan yang tegas.

6. Meutya Hafid – Menteri Komunikasi dan Digital
Dinilai gagal menjaga keamanan data digital dan mendapat julukan “Ratu Blokir”.

7. Yassierli – Menteri Ketenagakerjaan
Disebut tidak berhasil menciptakan lapangan kerja, pengangguran meningkat, serta kementeriannya dituding penyebab mahalnya sertifikasi K3.

8. Budi Gunadi Sadikin – Menteri Kesehatan
Pernyataannya yang menyinggung soal gaji Rp15 juta dianggap tidak sesuai dengan realita sosial masyarakat.

Desakan Perombakan Kabinet:

Menurut FAI, selama hampir setahun pemerintahan Prabowo, capaian Asta Cita terhambat karena sejumlah menteri tidak bekerja optimal. “Makanya tak heran jika persoalan republik ini seolah menggunung dan bertambah,” ujar Dhani.

Ia menegaskan bahwa gelombang aksi massa pada akhir Agustus lalu merupakan sinyal ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah. “Copot mereka, hanya itu satu-satunya jalan agar masyarakat kembali mempercayai pemerintah,” tandasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *