Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
BabelBerita NasionalEditorial Khusus

Oktober Kelabu: Kantor PT Timah Hancur, Suara Penambang Pecah Jadi Aksi Anarki

×

Oktober Kelabu: Kantor PT Timah Hancur, Suara Penambang Pecah Jadi Aksi Anarki

Sebarkan artikel ini
Bangka Belitung Berduka — Kantor PT Timah Pangkalpinang porak-poranda usai aksi demonstrasi, Senin Siang. (6/10/2025)

Pangkalpinang – Senin 06 Oktober 2025 hari yang sangat kelabu di pusat Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dimana berdiri tempat gedung kantor pusat PT Timah Tbk di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pangkalpinang, luluh lantak di tangan demonstran. Pagar roboh, kaca pecah, lantai remuk, semua saksi bisu dari puncak kemarahan rakyat penambang yang merasa dibelenggu kebijakan tak berpihak.

Latar Belakang Kemelut

Aksi unjuk rasa besar-besaran ini dipicu oleh dua isu sentral yang telah menumpuk lama: harga beli timah basah yang dirasa merugikan penambang kecil, dan keberadaan Satgas Nanggala serta Satgas Halilintar, pasukan pengamanan internal yang dianggap oleh penambang sebagai “instrumen tekanan” bukannya pelindung.

Awalnya pemicu aksi massa mencuat isu beredanya surat dari PT Timah terkait draf harga timah yang tidak sesuai harapan penambang, terkonfirmasi bahwa harga timah dengan kadar SN 70 diberlakukan sekitar Rp 193.000 per kg, jauh di bawah harapan penambang. Akhirnya muncul kesepakatan saat aksi berlangsung: perusahaan menyetujui harga acuan Rp 300.000 per SN sebagai titik kompromi sementara setelah pasca kejadian naas ini.

Puncak Konflik: Dari Aspirasi ke Kekacauan

Sejak pagi, ribuan penambang dari berbagai kabupaten di Bangka dan sekitarnya berkumpul di depan kantor perusahaan. Aksi yang awalnya berjalan relatif tertib berubah memanas ketika massa berupaya menerobos pagar kantor. Pagar kantor berhasil dijebol, dan massa masuk ke area gedung.

Situasi makin runyam ketika aparat keamanan membalas dengan gas air mata dan water cannon. Banyak demonstran mengalami sesak napas dan luka karena pecahan kaca atau proyektil gas air mata.

Foto-foto hasil pantauan lapangan langsung media Djituberita.com – Terjadi kerusakan parah, lantai yang tergenang pecahan kaca, atap yang bolong, dan puing-puing aksi pembakaran yang berserakan, gambaran ini terlihat betapa kerasnya benturan antara rakyat penambang dan otoritas perusahaan dan keamanan hari itu.

Pemerintah, Aparat dan PT Timah: Keterlibatan dan Respons

Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Babel ikut hadir di lokasi dan menjadi mediator dalam negosiasi antara manajemen PT Timah dan massa. Namun, hingga kini belum jelas sejauh mana pihak keamanan pusat atau pemerintah pusat turun tangan.

Sementara itu, pihak PT Timah belum memberikan konfirmasi resmi tertulis terkait detail kerusakan, jumlah kerugian aset, atau sanksi bagi pihak-pihak yang merusak.

Jejak Tragis Pulau Penghasil Timah

Bangka-Belitung dikenal sebagai pusat penambangan timah nasional. Konflik atas harga dan eksploitasi sumber daya bukanlah hal baru. Namun kali ini, destruksi fisik terhadap kantor perusahaan nasional adalah peringatan keras: bila kebijakan tidak segera berubah, puncak kemarahan rakyat bisa menghancurkan simbol sekalipun.

Kejadian ini bukan sekadar protes ekonomi,namun klimaks akumulasi pengabaian sosial, ketidakadilan struktural, dan ketidakseimbangan kekuasaan antara pengelola tambang dan masyarakat lokal.

Oleh sebab itu, perlu kajian intensif dan ekstra menguraikan akar persoalan. Ini suatu masalah bersama masyarakat Bangka Belitung yang tidak boleh diabaikan semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *