Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Pemerintahan

Bangka Selatan Luncurkan Program Padi Biofortifikasi untuk Cegah Stunting

×

Bangka Selatan Luncurkan Program Padi Biofortifikasi untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Caption: Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan meluncurkan program Padi Biofortifikasi di 500 hektar untuk meningkatkan kandungan gizi beras, guna mencegah stunting dan mendukung kesejahteraan petani.(30/11/24)

Bangka Selatan – Dalam upaya menanggulangi stunting, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan meluncurkan program Budidaya Padi Biofortifikasi di 500 hektar lahan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan gizi, terutama zinc, dalam beras yang dikonsumsi masyarakat, guna mendukung pertumbuhan anak dan mencegah stunting.

Plt. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Luhung Amin F,(30/11/24). Menjelaskan bahwa stunting di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan besar, khususnya di daerah-daerah berkembang. Salah satu faktor utama adalah kurangnya asupan gizi pada anak-anak, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, penanggulangan stunting memerlukan pendekatan menyeluruh, mulai dari gizi yang cukup hingga peningkatan pengetahuan orang tua tentang pola makan sehat.

Sejalan dengan program nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) mendukung upaya ini melalui alokasi dana APBN untuk program Padi Biofortifikasi. Di Kabupaten Bangka Selatan, program ini difokuskan di lima desa pada Oktober 2024, antara lain Desa Gudang, Pergam, Parit 2 Kepoh, Tanjung Labu, dan Desa Pongok.

Petani penerima manfaat di desa-desa tersebut mendapatkan bantuan sarana produksi pertanian, seperti benih padi Inpari Nutrizinc, pupuk NPK Non-Subsidi, dan pestisida. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi padi kaya gizi, yang sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka stunting.

Diharapkan, program ini tidak hanya dapat meningkatkan konsumsi pangan bergizi, tetapi juga kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Kabupaten Bangka Selatan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan perbaikan kualitas hidup, khususnya bagi generasi penerus bangsa.(Red/*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *