Jakarta,Djituberita.com – Koalisi Anti Judi Online (JUDOL), yang dipimpin oleh Sutisna, mendukung penuh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, untuk menyelidiki dugaan aliran dana judi online ke adik mantan Menteri Kominfo, Budi Arie. Dana ini diduga digunakan untuk mendanai sebuah klub sepak bola di Jawa Tengah.
Sutisna menegaskan bahwa penangkapan Zulkarnarn Apriliantony, Direktur II Tim Pemenangan Capres Ganjar dari PDIP, bersama 10 ASN Kemenkomdigi, harus menjadi pintu masuk untuk menyusuri keterlibatan para politisi PDIP dalam aliran dana ilegal ini.
“Kami menduga kuat adanya aliran dana ke klub sepak bola serta tim sukses partai,” jelasnya kepada jejaring media,Selasa (12/11).
Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Joko Priyoski, juga menyoroti foto yang tersebar di akun media sosial Rano Karno, yang memperlihatkan Zulkarnarn bersama beberapa tokoh PDIP, memperkuat dugaan keterlibatan oknum politisi partai tersebut.
Jojo, aktivis senior, menegaskan bahwa adik Budi Arie, Chandra Arie, yang menjabat sebagai komisaris klub sepak bola di Jawa Tengah, harus diperiksa. “Ada dana Rp 20 miliar yang perlu diusut apakah berasal dari sumber yang halal atau judi online,” tegasnya.
Selain itu, Jojo menyoroti dugaan keterlibatan Denny Cagur dalam mempromosikan situs judi online. Meski Denny mengklaim tidak mengetahui hal tersebut, Jojo mendesak agar ia mundur dari posisinya sebagai anggota DPR RI. “Ini jelas melanggar integritas sebagai wakil rakyat, dan Denny harus mundur atau dipecat dari PDIP.
Koalisi JUDOL akan melakukan aksi pada 15 November 2024, di depan Kemenkomdigi dan Bareskrim POLRI, menuntut pengusutan tuntas kasus ini, terutama keterlibatan politisi dan pejabat yang terkait.(Red/*)















