Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Pangkalpinang

Akademisi Dukung Erzaldi-Yuri Perjuangkan IPR dan Pengelolaan Mineral Ikutan di Babel

×

Akademisi Dukung Erzaldi-Yuri Perjuangkan IPR dan Pengelolaan Mineral Ikutan di Babel

Sebarkan artikel ini
Caption: Dr. Marshal, akademisi Bangka Belitung, menawarkan solusi pertambangan berkelanjutan dengan pemanfaatan mineral ikutan timah. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi Babel dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.(Foto-Ist)

Pangkalpinang,Djituberita.com – Dr. Marshal, seorang akademisi terkemuka asal Bangka Belitung (Babel), memberikan dukungan penuh terhadap langkah calon Gubernur dan Wakil Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dan Yuri Kemal.Pasangan calon ini berkomitmen kuat untuk memperjuangkan keluarnya petunjuk teknis (Juknis) terkait Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di wilayah Babel.

Marshal menilai, kebijakan ini sangat penting bagi pengembangan sektor pertambangan, khususnya dalam mengelola mineral ikutan yang terkandung dalam bijih timah, yang selama ini kurang mendapat perhatian,”ungkapnya melalui jejaring media,Senin (11/11/24).

Marshal menjelaskan bahwa selama ini, masyarakat Babel lebih terfokus pada pengelolaan timah sebagai komoditas utama, tanpa menyadari bahwa terdapat sejumlah mineral berharga lainnya yang ikut terkandung di dalam bijih timah. Menurutnya, IPR ini akan membuka peluang bagi masyarakat untuk turut menikmati hasil pengelolaan mineral ikutan seperti zirkon, ilmenit, rutil, monasit, xenotim, dan kuarsa, yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Potensi Ekonomi Mineral Ikutan di Babel

Marshal kemudian merinci beberapa mineral ikutan yang sangat potensial di Babel dan bagaimana pengelolaannya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah:

1. Zirkon (ZrSiO4)
Zirkon digunakan secara luas dalam industri keramik, bahan refraktori, dan metalurgi. Nilai ekonominya cukup tinggi karena ketahanan material ini terhadap suhu panas, yang menjadikannya bahan baku utama dalam pembuatan keramik berkualitas tinggi. Dengan pengelolaan yang tepat, zirkon dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Babel.

2. Ilmenit (FeTiO3)
Ilmenit adalah sumber utama titanium dioksida, yang banyak digunakan dalam pembuatan pigmen cat, plastik, kertas, dan sebagai campuran logam. Permintaan global terhadap titanium terus meningkat, memberikan peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan pendapatan dari mineral ini.

3. Rutil (TiO2)
Sama seperti ilmenit, rutil digunakan dalam pembuatan pigmen titanium dioksida, yang banyak diaplikasikan dalam industri kimia, kosmetik, dan bahan cat. Potensi ekonomi rutil sangat besar karena permintaan pasar yang terus berkembang di industri teknologi dan kosmetik.

4. Monasit
Monasit mengandung unsur tanah jarang (rare earth elements), seperti cerium, lanthanum, dan thorium, yang sangat bernilai tinggi dalam industri teknologi tinggi. Unsur-unsur ini digunakan dalam pembuatan magnet, elektronik, dan komponen energi hijau, yang menjadikan monasit sebagai salah satu mineral strategis bagi pengembangan industri masa depan.

5. Xenotim (YPO4)
Xenotim mengandung unsur tanah jarang berat seperti yttrium, yang sangat penting dalam produksi perangkat elektronik dan energi. Potensi nilai ekonominya sangat tinggi, terutama dalam industri teknologi canggih.

6. Kuarsa
Kuarsa digunakan dalam industri kaca, elektronik, dan sebagai bahan baku silikon. Nilai ekonominya dalam industri manufaktur, terutama untuk komponen elektronik dan kaca berkualitas tinggi, menjadikan kuarsa sebagai mineral yang patut diperhitungkan dalam pengembangan ekonomi Babel.

 

Marshal menjelaskan bahwa pengelolaan mineral ikutan ini dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama dengan adanya fasilitas pengolahan yang dibangun di dalam negeri. Hal ini akan memungkinkan Babel tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Ia menekankan bahwa pengembangan industri hilir sangat penting untuk menciptakan ekosistem industri yang dapat memanfaatkan hasil akhir dari pengolahan mineral-mineral ini.

Pentingnya Kolaborasi dan Pengembangan Industri Hilir

Marshal juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mendirikan fasilitas pengolahan mineral. Menurutnya, di era teknologi saat ini, pengelolaan mineral secara efektif sudah sangat mungkin dilakukan, dan jika Babel dapat mengembangkan industri hilir, maka ini akan menjadi langkah besar untuk meningkatkan perekonomian daerah.

“Negara bisa berkolaborasi dengan dunia luar, termasuk dengan investor yang mampu mengelola ini. Dengan teknologi yang terus berkembang, tidak ada alasan bagi Babel untuk tidak memanfaatkan potensi ini,” jelas Marshal.

Marshal optimistis bahwa dengan adanya pengelolaan yang baik terhadap mineral ikutan, tidak hanya sektor tambang yang akan berkembang, tetapi juga sektor-sektor lain seperti industri keramik, elektronik, dan energi hijau. Selain itu, hal ini juga akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Babel, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

“Pembangunan fasilitas pengolahan di dalam negeri akan memastikan bahwa Babel tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi produk olahan yang memiliki nilai tambah tinggi. Ini juga akan membuka peluang investasi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan Babel tidak hanya bergantung pada pertambangan timah, tetapi juga dapat memanfaatkan potensi besar dari mineral ikutan lainnya, yang selama ini belum digarap secara optimal.(Red/*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *