DJITUBERITA,BANGKA SELATAN – Tokoh masyarakat Toboali Bangka Selatan, Matoridi, menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia Polri merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta membangun kepercayaan publik melalui profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga Selengkapnya: Survei Litbang Kompas: Publik Apresiasi Pembenahan Polri, Haidar Alwi Institute: Ingatkan Arogansi Oknum dan Pungli
Baca Juga Selengkapnya: Refleksi HUT Bhayangkara ke-80, Irjen Andry Wibowo: “Polisi yang Polisi” Kunci Indonesia Maju dan Berkeadilan
Baca Juga Selengkapnya: Pesan Irjen Pol Andry Wibowo untuk Insan Polri: Tanamkan Tri Brata dan Catur Prasetya
Menurut Matoridi, kehadiran Polri tidak lagi hanya dipandang sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dinilai semakin penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Polri adalah aset bangsa. Keberadaannya menjadi perekat persatuan, penjamin keutuhan NKRI, sekaligus memberikan rasa aman, ketenangan, dan harmoni di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, sejak bergulirnya reformasi, Polri telah melakukan transformasi yang signifikan hingga semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran personel Polri di tingkat desa bersama aparatur pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta kearifan lokal menjadi fondasi penting dalam membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Matoridi mengatakan, masyarakat kini semakin memahami bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Kesadaran kolektif tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui pendekatan humanis dan kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan menjaga keamanan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, serta kepercayaan publik.
“Sinergitas harus dibangun dari hati, dilandasi rasa saling percaya dan amanah. Dengan begitu, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini, terutama di lingkungan desa sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Matoridi berharap Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga integritas, serta mempertahankan profesionalisme sehingga semakin dicintai masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Bravo Polri, Bravo Indonesia. Semoga Polri senantiasa menjadi institusi yang profesional, humanis, berintegritas, dan terus hadir bersama rakyat dalam menjaga marwah bangsa, keutuhan NKRI, serta mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan bermartabat,” pungkasnya.















