TOBOALI, DJITUBERITA.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Selatan tengah melakukan pembenahan menyeluruh jelang berakhirnya masa kepengurusan periode 2021–2025. Dalam rapat koordinasi bersama 28 pengurus cabang olahraga (Pengcab), Kamis (17/7/2025), Gedung KONI di Toboali.
Caretaker KONI Basel menegaskan kesiapan menyongsong Rapat Kerja (Raker) dan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang akan digelar Agustus 2025.
Acara yang berlangsung di Ruang Aula ini dihadiri Ketua Caretaker Dr. Yan Megawandi, SH, M.Si, Sekretaris Caretaker Framayoga, ST, Bendahara Ari Dinata, S.AP, M.M, serta anggota Patoni, S.IP dan Akil, S.IP, M.M.
Fokus Koreksi dan Konsolidasi:
Ketua Caretaker Yan Megawandi menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan bentuk konsolidasi dan koreksi internal menyambut transisi kepemimpinan KONI Basel.
“Rakor ini menjadi momentum penting menyatukan persepsi jelang Raker 4 Agustus 2025 dan Musorkablub akhir Agustus nanti. Pemilihan ketua baru harus dijalankan sesuai AD/ART, dan kami mendorong agar melahirkan sosok visioner yang siap membangun olahraga Basel ke arah yang lebih baik,” tegas Yan.
Framayoga menyampaikan bahwa proses penjaringan calon Ketua KONI Basel akan digelar secara terbuka, profesional, dan tanpa intervensi dari Caretaker.
“Kami hanya fasilitator. Penjaringan sepenuhnya wewenang cabor. Harapan kami, Ketua KONI yang terpilih nanti mampu melakukan pemerataan prestasi antar cabor dan membawa atlet-atlet Basel tampil unggul di ajang Porprov,” ujar Framayoga.
Sementara itu, Bendahara Caretaker, H. Ari Dinata, juga menekankan pentingnya komitmen semua pihak untuk menyukseskan agenda Raker dan Musorkablub, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Dengan segala keterbatasan, kami tetap bertekad menjalankan Musorkablub secara optimal. Karena ini bukan hanya soal suksesi, tapi langkah strategis membangun ulang pondasi prestasi olahraga Bangka Selatan,” ujar Ari.
Proses pendaftaran calon Ketua KONI periode 2025–2029 akan dibuka setelah pelaksanaan Raker. Salah satu syarat utama yakni berdomisili di Bangka Selatan atau wilayah sekitar.
Akil menambahkan, masa bakti KONI periode sebelumnya yang berakhir di 2025 menjadi dasar pelaksanaan Musorkablub.
“Kami sudah mulai bentuk tim penjaringan dan akan menyosialisasikan syarat-syaratnya ke cabor dan media. Harapannya, kepemimpinan baru bisa membawa KONI Basel naik peringkat di Porprov mendatang,” pungkas Akil.
Rapat koordinasi ini menjadi penanda bahwa KONI Bangka Selatan tengah berada di titik krusial pembenahan internal. Keterbukaan proses, ketegasan tanpa intervensi, dan harapan lahirnya kepemimpinan baru yang visioner menjadi fondasi menuju kebangkitan olahraga daerah.
Catatan Penting untuk KONI Basel:
Transisi kepemimpinan KONI Basel bukan sekadar soal regenerasi jabatan, melainkan momentum strategis untuk membangun ulang arah pembinaan atlet dan tata kelola organisasi.
Tanpa keberanian melakukan perbaikan dari dalam, prestasi olahraga Bangka Selatan hanya akan jadi slogan di podium juara yang semakin sunyi. (*)















