Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Polda Babel Gagalkan Penyelundupan Timah, Diduga Libatkan Jaringan Lama

×

Polda Babel Gagalkan Penyelundupan Timah, Diduga Libatkan Jaringan Lama

Sebarkan artikel ini
Caption: "Petugas Ditreskrimsus Polda Babel memeriksa truk bermuatan timah ilegal yang diamankan di Pelabuhan Tanjungkalian, Bangka Barat.(Foto -Ist)

Bangka Barat – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali membuktikan ketegasannya dalam memberantas penyelundupan timah ilegal. Pada Minggu Siang (15/12/2024),

Sebuah truk bernomor polisi BN 8382 QC yang membawa timah tanpa dokumen resmi berhasil diamankan di Pelabuhan Tanjungkalian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Operasi penangkapan ini bermula dari temuan petugas terkait manipulasi manifes atau daftar muatan truk. Sopir truk mencoba mengelabui petugas dengan mencantumkan keterangan muatan palsu menggunakan fiber.

Hingga kini, penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui jumlah timah yang ditemukan, asal muatan, dan jaringan pelaku penyelundupan yang terlibat.

Pelabuhan Tanjungkalian di Mentok kerap menjadi jalur strategis untuk praktik penyelundupan timah ilegal. Dilansir dari DNID.CO.ID, modus seperti ini bukan pertama kali terjadi, mengindikasikan keberadaan jaringan penyelundup yang telah lama beroperasi.

“Kasus ini sangat serius. Penyelundupan timah ilegal seperti ini merugikan negara, terlebih diduga melibatkan oknum tertentu,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Terpisah, Direktorat Kriminal Khusus (Diskrimsus) Polda Babel menegaskan bahwa pengawasan di wilayah pelabuhan akan terus diperketat. Masyarakat juga diimbau untuk turut serta melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi merugikan negara.

Kasus penyelundupan timah ilegal sebelumnya tercatat pada 20 Juni 2024, menunjukkan bahwa jalur distribusi ilegal ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap lebih jauh jaringan di balik aksi ilegal ini.

Jejaring media akan terus memberikan perkembangan terbaru terkait kasus ini.(red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *