Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalEkonomi

Pengamat Pasar Modal: IHSG Tetap Perkasa Usai Demo 25 Agustus

×

Pengamat Pasar Modal: IHSG Tetap Perkasa Usai Demo 25 Agustus

Sebarkan artikel ini
Fauzan Luthsa, Analis Strategi Institute Sekaligus Pengamat Pasar Modal Bursa Efek Indonesia. (Foto/Ist)

Jakarta, Djituberita.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan ketahanan pasar modal Indonesia meski aksi unjuk rasa besar terjadi di sekitar Gedung DPR RI pada Senin, 25 Agustus 2025.

Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG pada hari demo ditutup menguat 0,87 persen ke level 7.926,9. Kenaikan ini menandakan bahwa pelaku pasar tidak terpengaruh signifikan oleh eskalasi politik jalanan.

Sehari setelahnya, Selasa (26/8), IHSG terkoreksi tipis 0,27 persen ke posisi 7.905,76. Meski melemah, nilai transaksi mencapai Rp45,82 triliun dengan arus masuk dana asing (net inflow) sebesar Rp10,2 triliun, menandakan kepercayaan investor asing masih terjaga.

Penguatan kembali terjadi pada Rabu (27/8), di mana IHSG ditutup naik 0,38 persen ke level sekitar 7.936. Dengan demikian, tren perdagangan pekan ini menunjukkan stabilitas meski situasi politik sempat memanas.

Analis Strategi Institute, sekaligus pengamat pasar modal, Fauzan Luthsa menjelaskan bahwa pasar cenderung merespons isu fundamental ekonomi dibandingkan dinamika politik jangka pendek.

“Aksi demo memang sempat menimbulkan kekhawatiran, tetapi investor melihat faktor utama tetap pada stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter global. Net inflow asing yang besar justru menegaskan kepercayaan terhadap pasar Indonesia,” ujar Fauzan dalam keterangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Aksi massa pada 25 Agustus 2025 di depan DPR RI sempat diwarnai bentrokan dengan aparat. Namun, eskalasi tersebut tidak mengganggu kinerja pasar modal. Investor lebih menyoroti faktor fundamental ekonomi dan kebijakan moneter global.

Sejak 25 Agustus 2025, BEI juga mengumumkan kebijakan baru dengan memperbanyak distribusi ringkasan data perdagangan, termasuk publikasi pada akhir sesi I.

Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pasar modal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *