Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Daerah

Pemkab Bangka Selatan Susun RKPD 2027, Fokus pada Kualitas dan Dampak Pembangunan

×

Pemkab Bangka Selatan Susun RKPD 2027, Fokus pada Kualitas dan Dampak Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Musrenbang RKPD Tahun 2027 Kabupaten Bangka Selatan, Ruang Studio Perencanaan Pulau Kelapan, Bappelitbangda Basel, Toboali, Selasa (31/3/2026). Dok: Kominfo Basel.

Toboali,Bangka Selatan – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2027 sebagai upaya merumuskan arah kebijakan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, di Ruang Studio Perencanaan Pulau Kelapan, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bangka Selatan.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, membuka kegiatan tersebut. Hadir dalam forum itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, instansi vertikal, serta organisasi masyarakat.

Sejumlah elemen masyarakat turut dilibatkan, antara lain organisasi perempuan seperti PKK dan Dharma Wanita Persatuan, serta Forum Anak Daerah, sebagai bagian dari upaya menghadirkan perencanaan yang inklusif dan representatif.

Debby mengatakan Musrenbang RKPD merupakan forum strategis untuk menentukan arah kebijakan pembangunan daerah secara partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.
“Musrenbang RKPD Bangka Selatan Tahun 2027 ini kita laksanakan untuk merumuskan perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran, demi mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” kata Debby.

Ia menegaskan, seluruh usulan dalam forum tersebut harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta selaras dengan prioritas pembangunan di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.

Debby juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi antar sektor agar kebijakan yang dihasilkan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, kualitas perencanaan tidak hanya diukur dari program yang disusun, tetapi juga dari hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kita harus memastikan setiap program memiliki output dan outcome yang jelas serta terukur, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan perangkat daerah agar bekerja optimal, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pembangunan ke depan.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah menargetkan tercapainya sinkronisasi perencanaan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel untuk mendukung kemajuan Bangka Selatan pada 2027.

Dalam kegiatan itu, sejumlah narasumber menyampaikan paparan, termasuk perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Selatan turut menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab guna menyerap aspirasi peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *