Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita UtamaBisnis

Bisnis Kacang Ijo Tembus China, Cuan Ekspor Kian Menggoda

×

Bisnis Kacang Ijo Tembus China, Cuan Ekspor Kian Menggoda

Sebarkan artikel ini
Pemeriksaan kacang ijo tujuan ekspor ke China di gudang PT Haniori, Komplek Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026), oleh petugas karantina tumbuhan guna memastikan standar mutu sebelum diberangkatkan.Foto Istimewa

Jakarta – Kacang Ijo Indonesia mulai menunjukkan taringnya di pasar global. Komoditas sederhana ini kini menjelma menjadi ladang bisnis baru setelah sukses menembus pasar China dengan nilai ekspor mencapai triliunan rupiah.

Momentum ini terlihat dari pemeriksaan ketat yang dilakukan Karantina DKI Jakarta terhadap komoditas kacang ijo di gudang PT Haniori, Komplek Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026).

Langkah ini menjadi pintu awal sebelum produk dikirim ke salah satu pasar terbesar dunia.

Petugas karantina memastikan seluruh komoditas lolos standar melalui verifikasi fisik dan uji kesehatan menyeluruh, termasuk deteksi hama dan organisme pengganggu. Metode random sampling diterapkan untuk menjamin kualitas tetap terjaga.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan komoditas telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan, sehingga layak dilalulintaskan,” ujar Analis Perkarantinaan Tumbuhan, Arik Ardiansyah.

Sertifikasi karantina menjadi  tiket emas bagi komoditas untuk menembus pasar ekspor. Tanpa jaminan bebas hama dan penyakit, produk berisiko ditolak di negara tujuan terlebih China yang dikenal sangat ketat dalam impor pangan.

Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menegaskan pengawasan ini bukan sekadar prosedur, melainkan strategi menjaga reputasi Indonesia di pasar global.

“Kami memastikan setiap komoditas yang keluar telah memenuhi standar agar mampu bersaing,” ujarnya.

Di balik proses teknis tersebut, tersimpan peluang bisnis besar. Permintaan kacang ijo di pasar internasional, khususnya China, terus meningkat seiring kebutuhan industri pangan dan olahan.

Kondisi ini membuka ruang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas ekspansi.

Tak hanya eksportir, dampaknya juga merambat ke sektor hulu petani hingga distributor. Jika tren ini berlanjut, Komoditas kacang ijo  berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan baru yang menopang ekspor pertanian nasional.

Karantina DKI Jakarta pun mendorong pelaku usaha untuk disiplin terhadap regulasi agar peluang ini tidak terputus. Konsistensi kualitas menjadi kunci jika Indonesia ingin benar-benar menjadikan kacang ijo sebagai primadona ekspor komoditas baru di sektor pertanian Indonesia. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *