Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Nakes RSUD Bangka Selatan Protes! Tuntut Direktur Dicopot dan Hak Dibayar

×

Nakes RSUD Bangka Selatan Protes! Tuntut Direktur Dicopot dan Hak Dibayar

Sebarkan artikel ini
Caption Foto: Ruang tunggu RSUD Bangka Selatan dipenuhi tenaga kesehatan yang menuntut keadilan atas hak mereka.(Ist)

Toboali, Bangka Selatan – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Junjung Besaoh menggelar aksi protes di Kantor Bupati Bangka Selatan, Selasa (18/2/2025).

Mereka menuntut evaluasi terhadap kepemimpinan Direktur RSUD serta pejabat eselon yang dianggap gagal mengelola rumah sakit dan tidak berpihak pada kesejahteraan tenaga medis.

Koordinator aksi, Marsa Saputra, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk mosi tidak percaya terhadap Direktur RSUD. Menurutnya, kepemimpinan saat ini menciptakan ketidakadilan bagi tenaga kesehatan.

“Sudah dua kali kami protes! Pertama di RSUD, kini kami langsung ke Bupati. Kami tidak akan diam sampai ada solusi!” tegas Marsa di hadapan ratusan nakes yang berunjuk rasa.

Para nakes mengajukan lima tuntutan utama, salah satunya terkait keterlambatan pembayaran hak mereka.

“RSUD Bangka Selatan berutang kepada kami! Ekstrafooding sejak Januari 2024 belum dibayar, klaim BPJS tertunda, dinas jaga malam belum diterima. Ini bukan sekadar keterlambatan, tapi pengabaian!” serunya.

Marsa juga menilai bahwa manajemen rumah sakit lamban dalam merespons persoalan kesejahteraan pegawai. Oleh karena itu, mereka mendesak Bupati Bangka Selatan untuk segera mencopot Direktur RSUD dan mengganti pejabat eselon yang dianggap menzalimi tenaga kesehatan.

“Kami butuh kepastian! Hak-hak kami harus segera dibayar! Kalau tidak ada tindakan dari pemerintah, kami siap melakukan aksi yang lebih besar!” ancamnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Bangka Selatan belum memberikan tanggapan resmi. Situasi ini semakin memanaskan gejolak di lingkungan rumah sakit, sementara para tenaga kesehatan bersiap untuk aksi lanjutan jika tuntutan mereka tak segera dipenuhi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *