Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka SelatanBerita Utama

Menapak Nelayan Pesisir Laut Air Mempunai: Bertahan di Tengah Persaingan Kapal Trawl

×

Menapak Nelayan Pesisir Laut Air Mempunai: Bertahan di Tengah Persaingan Kapal Trawl

Sebarkan artikel ini
Pantauan Jurnalis Djituberita.com mengamati perahu nelayan tradisional yang tertambat di pesisir Air Mempunai, Desa Serdang, Bangka Selatan.Foto/Ist (3/4)

Bangka Selatan, Djituberita.com – Di bibir pantai Air Mempunai, Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan, deretan perahu tradisional nelayan kecil tampak diam tertambat. Lebaran tahun ini, pesisir tetap sunyi, tanpa geliat ekonomi yang berarti.

Sekitar 270 keluarga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan kecil masih bertahan dengan hasil tangkapan yang kian menipis.

Hamparan Pesisir Laut Dusun Air Mempunai Desa.Serdang Kabupaten Bangka Selatan, belum ada geliat aktivitas nelayan.pasca lebaran IdulFitri

Tim Jelajah Media Djituberita.com berbincang kecil di rumahnya yang sederhana di bibir Dermaga  Dusun Air Mempunai dengan Wak Samsul (60 Tahun), seorang nelayan yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari laut. Dengan sorot mata yang menyimpan banyak cerita, ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi para nelayan kecil.

 

Seorang nelayan Aik Mempunai, Wak Samsul berbincang kecil tentang keluhannya dengan jurnalis Media Djituberita.com

“Kadang ada kapal trawl masuk. Kami harus bersaing mencari ikan dengan perahu kecil kami, seraya menatap perahunya yang beristirahat di bibir pantai,”ungkapnya lirih.

Persaingan dengan kapal-kapal besar semakin mempersempit ruang gerak nelayan tradisional. Dengan alat tangkap sederhana, mereka harus berjuang di tengah kondisi laut yang tak menentu dan tekanan ekonomi yang semakin berat.

Kami juga tak tahu harus mengadu ke siapa. Sudah sering melapor ke pemerintah desa dan aparat penegak hukum (APH) tapi belum ada tindak lanjutnya. Kami hanya bisa pasrah dan berharap ada perubahan,” tambahnya, dengan wajah penuh kelelahan.

Meski demikian, para nelayan Air Mempunai tetap bertahan. Laut bagi mereka bukan sekadar sumber penghidupan, tetapi juga bagian dari kehidupan yang harus diperjuangkan, meski arus semakin deras menerpa.

(Tim Jelajah Media Djituberita.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *