Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Megawati Larang Kader PDIP Ikut Retret Akmil, Ada Apa?

×

Megawati Larang Kader PDIP Ikut Retret Akmil, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Foto: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Dikutip (Jawapos.com)

Jakarta,Djituberita.com – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara mendadak menginstruksikan para kepala daerah dari PDIP untuk menunda keikutsertaan mereka dalam retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Instruksi ini muncul di tengah guncangan politik yang terjadi pada Kamis, 20 Februari 2025, saat Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bertepatan dengan hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga melantik kepala daerah terpilih secara serentak di Istana Negara.

Keputusan Megawati ini pun memicu spekulasi, apakah ada benang merah antara penahanan Hasto dan langkah politik PDIP yang kini tengah menjadi sorotan?

Instruksi larangan mengikuti retret ini tertuang dalam surat resmi bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang ditandatangani langsung oleh Megawati Soekarnoputri pada 20 Februari 2025.

Dalam surat tersebut, Megawati meminta seluruh kepala daerah dari PDIP untuk tetap berada di daerah masing-masing dan memastikan komunikasi dengan DPP tetap terbuka.

“Para kepala daerah diminta untuk menunda perjalanan menuju Magelang dan tetap berada dalam komunikasi aktif sambil menunggu arahan lebih lanjut,” bunyi kutipan dari surat tersebut.

Sebelumnya, retret di Akmil Magelang dijadwalkan berlangsung pada 21–28 Februari 2025 sebagai bagian dari program pembinaan kepemimpinan bagi kepala daerah terpilih.

Namun, keputusan Megawati ini memunculkan banyak spekulasi terkait alasan sebenarnya di balik larangan tersebut.

Penahanan Hasto Kristiyanto oleh KPK hanya berselang beberapa jam sebelum instruksi Megawati dikeluarkan. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari PDIP yang menghubungkan kedua peristiwa ini, banyak pihak menduga bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi politik PDIP dalam menghadapi dinamika kekuasaan pasca-Pilpres 2024.

Sejumlah pengamat politik menilai bahwa keputusan Megawati ini bukan sekadar kebetulan. Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies (IPS), Ahmad Ramadhan, menyebut bahwa PDIP kemungkinan tengah menyusun langkah politik baru setelah Hasto ditahan.

“PDIP saat ini berada dalam situasi yang penuh tekanan. Penahanan Hasto bisa berdampak besar pada strategi politik partai, terutama menjelang pemilu kepala daerah yang akan datang,” ujar Ahmad.

Sementara itu, pihak Akmil Magelang dan pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terkait keputusan PDIP tersebut.

Hingga berita ini diturunkan , belum ada kejelasan apakah larangan Megawati terhadap kadernya untuk mengikuti retret di Akmil Magelang berkaitan langsung dengan penahanan Hasto Kristiyanto.

Namun, mengingat momen kedua peristiwa ini terjadi bersamaan, spekulasi pun terus berkembang. Apakah ini bagian dari strategi PDIP untuk menjaga soliditas partai di tengah tekanan politik? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *