Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka SelatanBerita Utama

Konflik Agraria Memanas, Kades Tanjung Labu Dampingi Warga Hadapi PT SNS

×

Konflik Agraria Memanas, Kades Tanjung Labu Dampingi Warga Hadapi PT SNS

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Tanjung Labu bersama warga dan.pengawalan aparat kepolisian saat aksi penolakan perluasan lahan PT SNS, Kamis (3/7).

BANGKA SELATAN, DJITUBERITA.COM – Situasi di Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, kembali memanas terkait polemik yang tak kunjung usai antara warga dan perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Swarna Nusa Sentosa (SNS). Ketegangan ini mencuat kembali pada Kamis siang (3/7/2025), menyusul keberatan warga terhadap aktivitas perluasan lahan perusahaan di wilayah desa mereka.

Merespons situasi tersebut, Kepala Desa Tanjung Labu, Pindo, akhirnya angkat bicara usai pemberitaan polemik ini ramai diberitakan media lokal.

Dalam keterangan resminya kepada media Djitberita.com pada Kamis malam (3/7) melalui aplikasi WhatsApp, ia menegaskan komitmen untuk berdiri di tengah masyarakat yang dipimpinnya.

“Kami tetap mendampingi warga Tanjung Labu menyampaikan aspirasi bersama, yakni penghentian sementara aktivitas perluasan penggarapan PT SNS di wilayah desa kami,”tandas Pindo.

“Saya hadir di tengah warga sebagai bentuk tanggung jawab moral, walaupun pihak perusahaan sudah melayangkan somasi terhadap saya,” ujarnya.

Menurut Pindo, ia tengah berada di lapangan bersama warga saat pernyataan ini disampaikan. Tujuannya jelas: menjadi penengah agar konflik agraria ini tidak semakin meluas dan tetap berada dalam koridor damai serta dialog.

“Saya dipilih masyarakat, maka saya harus hadir dan berpihak pada kepentingan warga yang saya pimpin. Ini bukan soal menentang, tapi soal keadilan dan keberlangsungan hidup masyarakat desa,” tegasnya.

Di pemberitaan sebelumnya, Camat Lepar, Feri Edward, juga membenarkan adanya aksi penolakan warga terhadap pembukaan lahan baru oleh PT SNS. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (3/7), ia menjelaskan bahwa tuntutan warga sudah sangat jelas.

“Warga menuntut agar perusahaan menghentikan dulu aktivitas pembukaan lahan baru. Mereka juga meminta bertemu langsung dengan pimpinan PT SNS, namun hingga kini belum juga terwujud. Selain itu, warga mendesak agar empat unit alat berat yang berada di lokasi segera ditarik dari area garapan,” jelas Feri.

Kemarahan warga tidak berhenti sampai di situ. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya meluapkan rasa kecewa dan frustasinya atas situasi yang terjadi.

“Lahan kami sudah habis, Pak. Sudah hancur semua,” ucapnya lirih dengan logat khas masyarakat Lepar, menyiratkan luka mendalam atas praktik perusahaan yang dinilai mengabaikan kepentingan lokal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen PT SNS terkait permintaan warga Desa Tanjung Labu Kecamatan Lepar Kabupaten Bangka Selatan Provinsi kepulauan Bangka Belitung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *