Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita UtamaEditorial Khusus

Komjen Pol. Wahyu Widada, Sang Pengawal Integritas dan Akuntabilitas Polri di Usia ke-80 Bhayangkara

×

Komjen Pol. Wahyu Widada, Sang Pengawal Integritas dan Akuntabilitas Polri di Usia ke-80 Bhayangkara

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok. Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil.

DJITUBERITA,JAKARTA – Di balik peringatan Hari Bhayangkara ke-80, terdapat sosok yang memegang peran penting dalam memastikan roda organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme.

Sosok tersebut adalah Komjen Pol. Wahyu Widada,Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, yang dipercaya mengawal fungsi pengawasan internal di tengah tuntutan reformasi dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap institusi kepolisian.

Komjen Pol. Wahyu Widada dipercaya menjabat Irwasum Polri setelah menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo, yang mendapat promosi sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi yang dilakukan Kapolri pada Agustus 2025. Kepercayaan itu menempatkan Wahyu pada salah satu posisi paling strategis di tubuh Polri, yakni memastikan tata kelola, sistem pengawasan, penggunaan anggaran, serta pelaksanaan program organisasi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Penunjukan Wahyu Widada sebagai Irwasum bukan sekadar rotasi jabatan. Kepercayaan tersebut lahir dari rekam jejak panjangnya sebagai perwira yang telah mengabdikan diri di hampir seluruh fungsi utama kepolisian, mulai dari operasional kewilayahan, reserse, sumber daya manusia (SDM), intelijen keamanan, hingga penegakan hukum.

Lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 11 September 1969, Wahyu Widada merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 dengan predikat Adhi Makayasa. Ia juga menyandang gelar Master of Philosophy (M.Phil.), yang melengkapi kapasitas akademiknya sebagai perwira sekaligus manajer organisasi.

Kariernya dimulai dari satuan Polisi Udara (Poludara), sebelum dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, di antaranya Kapolsek Metro Pademangan, Wakapolres Bekasi, Kapolres Pekalongan, Kapolres Metro Tangerang, Kapolres Metro Tangerang Kota, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Banten, Wakapolda Riau, Kapolda Gorontalo, Kapolda Aceh, Asisten SDM Kapolri, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), hingga akhirnya dipercaya menjadi Irwasum Polri.

Jam terbangnya tidak hanya terbentuk dari pengalaman memimpin organisasi, tetapi juga dari penanganan berbagai perkara strategis. Saat menjabat Kapolda Aceh, ia memimpin pengungkapan jaringan penyelundupan narkotika internasional dengan penyitaan puluhan kilogram sabu. Ketika bertugas di Banten dan Tangerang, Wahyu turut menangani sejumlah perkara tindak pidana khusus, termasuk dugaan korupsi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), proyek pembangunan Sungai Ciujung, serta berbagai kasus kejahatan terorganisasi.

Pengalaman lintas fungsi tersebut menjadikan Wahyu Widada dikenal sebagai salah satu perwira dengan rekam jejak paling lengkap di lingkungan Polri. Saat menjabat Asisten SDM Kapolri, ia berperan dalam penguatan sistem pembinaan personel. Ketika dipercaya menjadi Kabaintelkam, fokusnya mengawal deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan nasional.

Selanjutnya, sebagai Kabareskrim, ia memimpin penanganan sejumlah perkara strategis nasional sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Irwasum.

Dalam struktur organisasi Polri, Irwasum memiliki peran yang sangat vital. Selain menjalankan fungsi audit internal, Irwasum bertugas memastikan kepatuhan terhadap prosedur, mengevaluasi kinerja seluruh satuan kerja, mengawasi pengelolaan anggaran, mencegah penyimpangan, serta memperkuat tata kelola organisasi yang bersih, efektif, dan akuntabel.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa penguatan institusi tidak hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari kualitas pengawasan internal dan integritas organisasi. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap Polri yang semakin profesional, transparan, dan responsif, peran Irwasum menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, rekam jejak lintas fungsi, serta kepercayaan menduduki berbagai jabatan strategis, Komjen Pol. Wahyu Widada dinilai membawa modal kepemimpinan yang lengkap.

Sosoknya merepresentasikan perpaduan antara pengalaman operasional, kemampuan manajerial, serta komitmen terhadap pengawasan dan akuntabilitas, nilai-nilai yang menjadi fondasi penting bagi Polri dalam memperkuat profesionalisme dan menjaga marwah institusi di usia ke-80 Bhayangkara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *