JAKARTA ,DJITUBERITA.COM – Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP) secara tegas mengecam pernyataan Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Galih Dimuntur Kartasasmita, yang mengusulkan legalisasi kasino sebagai sumber penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Usulan tersebut dinilai mencederai nilai-nilai Pancasila serta merusak moral dan kultur bangsa.
“Ini usulan tidak bermutu dari wakil rakyat yang seharusnya menjaga marwah konstitusi. Ide legalisasi kasino jelas bertentangan dengan filosofi bangsa dan akan kami laporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD),” tegas Presidium KKMP, Joko Priyoski, yang juga Ketua Umum DPP KAMAKSI (Kaukus Muda Anti Korupsi).
Pernyataan kontroversial Galih disampaikan dalam rapat kerja Komisi XI DPR bersama Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, pada Kamis, 8 Mei 2025. Dalam forum itu, Galih menyinggung praktik negara seperti Uni Emirat Arab (UEA) yang mulai membuka peluang legalisasi kasino sebagai strategi meningkatkan pendapatan non-migas.
“Mohon maaf, saya bukannya mau apa-apa, tapi UEA kemarin sudah mulai jalankan kasino. Maksudnya, mereka out of the box gitu, kementerian dan lembaganya,” ucap Galih dalam rapat.
Ia menilai Indonesia bisa mencontoh UEA dalam diversifikasi sumber PNBP, mengingat ketergantungan pada sektor sumber daya alam (SDA) dinilai sangat berisiko bagi fiskal negara.
Namun, bagi KKMP, pendekatan Galih bukan solusi kreatif melainkan bentuk kegagalan berpikir strategis yang melabrak norma dan aturan.
“Ini bukan pemikiran out of the box, tapi out of moral. Usulan itu cenderung instan, tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Anggota DPR memang punya hak imunitas, tapi tetap ada batasannya,” ujar Ramadhan Isa, Presidium KKMP dan Koordinator Nasional Poros Muda NU.
Ramadhan dan Joko—yang sebelumnya dikenal sebagai pelapor Ahmad Dhani ke MKD—menegaskan KKMP akan segera mengajukan laporan resmi ke MKD untuk mendesak pemecatan Galih Kartasasmita sebagai Anggota DPR.
“Kami komit kawal merah putih. Siapapun yang berani menabrak konstitusi dengan usulan tidak etis, akan kami lawan,” tegas mereka.(*)















