PANGKALPINANG – Usaha minuman herbal kini semakin diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, membuka peluang bisnis yang menjanjikan. Salah satu contoh sukses adalah “Arum Wedang”, produk minuman kesehatan yang dirintis oleh Ratnaningrum Hajariyah, akrab disapa Arum.
Pada tahun 2018, Arum memulai usaha ini setelah panen serai milik suaminya melimpah. Dari eksperimen sederhana, ia mengolah serai menjadi minuman sehat yang dititipkan di warung sekitar rumahnya. Tak disangka, minuman tersebut laris manis di pasaran, mendorong Arum untuk mengembangkan usahanya dengan merek “Arum Wedang”.
Seiring waktu, Arum memperluas distribusi produknya ke berbagai tempat, seperti warung nasi uduk, pasar, hingga toko oleh-oleh di Pangkalpinang. Pada tahun yang sama, ia mendapat pembinaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, yang membantu memperbaiki kemasan dan strategi pemasaran. Puncak perkembangan usahanya terjadi ketika bergabung sebagai mitra binaan PT Timah Tbk.
“Tiga tahun setelah fokus dengan Arum Wedang, saya memutuskan untuk bergabung dengan PT Timah karena teman saya yang sudah jadi mitra binaan timah sudah sukses. Saat gabung jadi mitra binaan, usaha saya berkembang, pesanan meningkat, dan saya diikutsertakan pada bazar dan pameran,” ujar Arum.
Sebagai mitra binaan PT Timah, Arum tidak hanya mendapatkan dukungan dalam hal pemasaran, tetapi juga kesempatan untuk mempromosikan produknya ke pasar yang lebih luas. “Arum Wedang” kini dikenal sebagai minuman kesehatan menyegarkan dengan varian rasa Serai, Jeruk Kunci, Jahe, dan Wedang Uwuh.
Menariknya, omset tertinggi “Arum Wedang” terjadi saat pandemi Covid-19. “Saat itu orang-orang mulai sadar pentingnya makanan dan minuman bernutrisi dan mengandung vitamin, jadi permintaan Arum Wedang naik drastis karena produk kami mengandung bahan alami yang baik untuk daya tahan tubuh,” tambahnya.
Ke depan, “Arum Wedang” akan tetap fokus pada produk yang ada sembari melakukan evaluasi dan perbaikan. Arum berharap PT Timah dapat terus mendukung dan mendampingi UMKM di Pangkalpinang dan Kepulauan Bangka Belitung agar terus berkembang.(Tim)















