Jakarta – Indonesia Corruption Watch ICW kembali menyalakan alarm. Bukan tentang korupsi bansos atau proyek mangkrak, kali ini soal dapur-dapur Makan Bergizi Gratis MBG , ternyata yayasan pengelola dapur MBG terafiliasi dengan partai politik, yang paling terdepan adalah Gerindra.
Peneliti ICW, Seira Tamara, mengungkapkan di Jakarta, pekan ini, bahwa 7 dari 28 yayasan itu terafiliasi dengan Partai Gerindra. Menyusul di belakangnya PKS (5 yayasan), PAN (4), PDIP (3), NasDem (3), PSI (2), Berkarya (2), dan Hanura (2). Sisanya PPP, PKB, PBB, Demokrat masing-masing kebagian satu kompor, dilansir KONTEKS.CO.ID
Menurut ICW, afiliasi ini bukan sekadar dugaan, pendiri atau pengurus yayasannya memang tercatat sebagai pengurus atau anggota partai, bahkan sebagian sempat diusung sebagai calon legislatif. Total ada 43 orang pengurus yayasan yang berafiliasi parpol, 4 di antaranya masih menjabat sebagai anggota DPR atau DPRD aktif.
“Dalam satu yayasan bisa lebih dari satu orang yang punya afiliasi parpol. Jadi jumlah individunya lebih besar dari jumlah yayasannya,” kata Seira, Kamis (27/11).
Seira menjelaskan, data tersebut berdasarkan hasil pemantauan pihaknya terhadap 102 SPPG yang dilakukan secara acak (random) pada Oktober–November 2025 di seluruh Indonesia.
ICW menyusun temuannya dari data resmi Ditjen AHU Kemenkumham dan struktur kepengurusan yayasan MBG. Temuan ini membuka lagi pertanyaan lama, apakah program publik benar-benar untuk publik, atau justru untuk memperpanjang nafas politik?
Untuk sementara, publik bisa berharap satu hal, setidaknya gizi anak Indonesia tetap terpenuhi, meski dapurnya penuh aroma politik.















