Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Daerah

Kepala DKPPKB Bangka Selatan dr. Agus Pranawa: Pengendalian Penyakit Menular Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Masyarakat

277
×

Kepala DKPPKB Bangka Selatan dr. Agus Pranawa: Pengendalian Penyakit Menular Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Rapat koordinasi dan evaluasi program pencegahan serta pengendalian penyakit menular dan tidak menular prioritas DKPPKB Bangka Selatan di Hotel Sewarna Manunggal, Toboali, Kamis (5/11/2026).

BANGKA SELATAN,DJITUBERITA.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular melalui evaluasi capaian Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Tahun 2026.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pencegahan serta Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Prioritas yang digelar di Hotel Sewarna Manunggal, Toboali, Kamis (5/11/2026).

Kepala DKPPKB Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, memaparkan capaian program sekaligus mengevaluasi penanganan 11 prioritas penyakit, yakni HIV, tuberkulosis (TB), malaria, gigitan hewan penular rabies (GHPR), demam berdarah dengue (DBD), kusta dan frambusia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hepatitis, filariasis, serta kecacingan.

Evaluasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, memperluas deteksi dini, dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.

Dalam pembahasan penanggulangan HIV, dr. Agus menekankan pentingnya memperluas akses layanan konseling dan pemeriksaan HIV atau Voluntary Counseling and Testing (VCT), meningkatkan skrining bagi kelompok berisiko dan ibu hamil, serta memastikan ketersediaan pengobatan antiretroviral (ARV) secara berkelanjutan.

Menurutnya, penanganan HIV tidak cukup hanya melalui pengobatan. Edukasi masyarakat dan lingkungan yang bebas stigma juga menjadi faktor penting agar masyarakat tidak ragu mengakses layanan kesehatan.

“Upaya penanggulangan HIV membutuhkan pendekatan proaktif melalui perluasan cakupan skrining dan edukasi yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk memastikan layanan konseling dan pengobatan dapat diakses dengan mudah, aman, serta bebas dari stigma,” ujar Agus.

Selain HIV, perkembangan kasus demam berdarah dengue (DBD) menjadi salah satu perhatian utama dalam evaluasi tersebut.

Berdasarkan data yang dipaparkan DKPPKB Bangka Selatan, akumulasi kasus dengue hingga minggu ke-39 Tahun 2026 mencapai 147 kasus yang tersebar di delapan kecamatan. Meski demikian, dalam periode tersebut tidak tercatat kasus kematian.

Sebaran kasus berdasarkan wilayah kerja puskesmas meliputi Simpang Rimba sebanyak 37 kasus, Payung 32 kasus, Rias 23 kasus, Toboali 18 kasus, Air Gegas 17 kasus, Batu Betumpang 9 kasus, Tiram 5 kasus, Tanjung Labu 4 kasus, dan Air Bara 2 kasus. Sementara itu, Puskesmas Pongok tidak mencatatkan kasus.

Dalam pemaparan tersebut, Kecamatan Toboali juga disebut sebagai wilayah dengan angka incidence rate tertinggi.
Untuk menekan penyebaran DBD, DKPPKB mendorong masyarakat mengintensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3M Plus.

Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Adapun langkah Plus dilakukan melalui penggunaan kelambu, larvasida, obat atau losion antinyamuk, pemeliharaan ikan pemakan jentik, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Agus menegaskan, keberhasilan pengendalian DBD membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Gerakan 3M Plus harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi peningkatan kasus.

“Pemberantasan sarang nyamuk melalui Gerakan 3M Plus adalah langkah paling efektif dan efisien yang harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh lapisan masyarakat demi memutus rantai penularan DBD,” ungkapnya.

Melalui evaluasi dan koordinasi tersebut, DKPPKB Bangka Selatan berharap jajaran puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit.

Penguatan deteksi dini, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, dan kesadaran masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk menekan risiko penularan penyakit serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan.

SUMBER: KOMINFO BANGKA SELATAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *