Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Telepon, Pelaku Manfaatkan Rasa Panik Korban

253
×

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan Telepon, Pelaku Manfaatkan Rasa Panik Korban

Sebarkan artikel ini
kewaspadaan nasabah terhadap modus penipuan melalui telepon yang mengatasnamakan pihak perbankan. (Foto: Dok BNI)

JAKARTA,DJITUBERITA.COM – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengingatkan masyarakat agar mewaspadai modus penipuan melalui sambungan telepon yang mengatasnamakan pihak perbankan.

Pelaku memanfaatkan kepanikan korban dengan menyampaikan informasi palsu mengenai rekening, transaksi mencurigakan, hingga ancaman pemblokiran akun.

Modus tersebut umumnya dilakukan dengan menciptakan situasi mendesak agar calon korban tidak sempat berpikir jernih. Setelah membangun rasa takut, pelaku menawarkan bantuan dan mengarahkan korban untuk mengikuti sejumlah instruksi yang berpotensi membahayakan keamanan data serta rekening perbankan.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan pelaku sengaja menggunakan tekanan psikologis agar korban segera mengambil keputusan tanpa melakukan pemeriksaan terhadap kebenaran informasi yang diterima.

“Jangan mudah percaya pada panggilan yang mengatasnamakan bank, terutama jika disertai tekanan untuk segera mengambil tindakan. Jangan panik dan jangan terburu-buru mengikuti instruksi penelepon. Tetap tenang dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi BNI.

Kami juga mengingatkan nasabah untuk tidak membagikan data rahasia perbankan kepada siapa pun,” ujar Okki dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Dalam praktiknya, pelaku dapat mengaku menemukan transaksi mencurigakan, mendeteksi penyalahgunaan kartu, menyampaikan adanya gangguan keamanan akun, atau menginformasikan bahwa rekening nasabah akan diblokir.

Untuk meyakinkan calon korban, pelaku kemudian meminta informasi pribadi, kode verifikasi, hingga mengarahkan korban membuka tautan atau mengunduh aplikasi tertentu. Jika tidak waspada, tindakan tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku untuk mengambil alih akses rekening maupun menyalahgunakan data perbankan.

BNI juga menyoroti penggunaan pendekatan komunikasi yang dikaitkan dengan NLP (Neuro-Linguistic Programming atau Pemrograman Neuro-Linguistik). Teknik komunikasi yang memanfaatkan bahasa, pola pikir, dan perilaku tersebut dapat disalahgunakan untuk membangun kepercayaan, menciptakan rasa takut, serta mendorong seseorang mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh gaya komunikasi penelepon yang terdengar meyakinkan, mengaku sebagai petugas bank, atau menggunakan alasan keamanan rekening untuk meminta tindakan segera.

Apabila menerima panggilan mencurigakan, nasabah disarankan segera menghentikan komunikasi. Jangan memberikan informasi pribadi, kode OTP, PIN, maupun data perbankan lainnya. Nasabah juga diminta tidak membuka tautan, mengunduh aplikasi, menghubungi nomor yang diberikan penelepon, atau melakukan transaksi sebelum memastikan kebenaran informasi melalui saluran resmi bank.

Jika terlanjur memberikan data rahasia, membuka tautan, mengunduh aplikasi, atau melakukan transaksi yang mencurigakan, nasabah diminta segera menghubungi BNI untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

BNI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah, seperti PIN, nomor kartu, kode CVV, kode OTP, kode transaksi, maupun kata sandi (password) melalui telepon, pesan singkat, surat elektronik, atau media komunikasi lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, BNI terus memperkuat pelindungan konsumen melalui layanan perbankan yang aman dan edukasi mengenai perkembangan modus kejahatan digital. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengenali indikasi penipuan sekaligus melindungi informasi perbankan.

Nasabah dapat melakukan verifikasi atau menyampaikan pengaduan melalui BNI Call 1500046 maupun kanal komunikasi resmi BNI, yakni Instagram @BNI46, Facebook BNI, X @BNI dan @BNI_CustomerCare, TikTok @BNI46, serta situs resmi www.bni.co.id.

Okki menegaskan, keamanan transaksi perbankan tidak hanya bergantung pada sistem keamanan bank, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kehati-hatian nasabah dalam menjaga kerahasiaan data pribadi.

“Ketika menerima informasi yang mencurigakan, hal terpenting adalah tetap tenang dan tidak panik. Beri waktu untuk melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan apa pun. Dengan kewaspadaan bersama, risiko penyalahgunaan data dan kejahatan perbankan dapat diminimalkan,” kata Okki.

BNI mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan tiga prinsip utama dalam menghadapi komunikasi mencurigakan, yakni tidak panik, tidak memberikan data rahasia kepada siapa pun, dan selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi BNI. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *