Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Daerah

Kemenhan RI dan DPPP Bangka Selatan Sosialisasikan Pupuk BIOS 44 untuk Tingkatkan Produksi Petani Padi

×

Kemenhan RI dan DPPP Bangka Selatan Sosialisasikan Pupuk BIOS 44 untuk Tingkatkan Produksi Petani Padi

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi pupuk cair BIOS 44 oleh Kementerian Pertahanan RI bersama DPPP Basel kepada petani Desa Rias di Aula Kantor Desa Rias, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (18/12/2025). (Foto Istimewa)

Rias,Bangka Selatan – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk cair BIOS 44 sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman padi. Kegiatan tersebut digelar di Aula Pertemuan Kantor Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kamis pagi (18/12/2025).

Baca Selengkapnya: DPPP Basel Dorong Penguatan Gapoktan Desa Rias sebagai Lumbung Pangan

Baca selengkapnya: DPPP Basel, Gencar Sosialisasi Program Sawah Lahan Rawa di Desa Serdang dan Pergam

Baca Selengkapnya:DPPP Basel Apresiasi Peserta Beasiswa SDM Sawit 2025

Sosialisasi ini disampaikan oleh Kolonel Infanteri Uten Simbolon selaku perwakilan ,Kementerian Pertahanan RI, yang hadir didampingi oleh jajaran Dinas Pertanian, Pangan, Peternakan, dan Kelautan lDPPP Basel Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan Pemerintah Desa Rias.

Dalam amanatnya kepada para petani Desa Rias dan wilayah sekitarnya, Kolonel Inf Uten Simbolon menegaskan bahwa pemanfaatan pupuk cair BIOS 44 merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, yang selaras dengan konsep pertahanan negara berbasis kesejahteraan rakyat.

“Ketahanan pangan adalah bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Melalui pemanfaatan pupuk cair BIOS 44, diharapkan petani mampu meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan,” ujar Uten Simbolon di hadapan peserta sosialisasi.

Sementara itu, dalam keterangan resminya, Kepala DPPP Kabupaten Bangka Selatan menyatakan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan daerah dalam mendorong pertanian modern dan berkelanjutan. BIOS 44 dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan lahan, serta menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

“Pemerintah daerah mendukung penuh program ini karena memberikan dampak langsung bagi petani, khususnya dalam menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen padi,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani terhadap teknologi pupuk hayati, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Bangka Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *