Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Kapolres Bangka: Insiden di Kampung Batako Bukan Geng Motor, Melainkan Perang Sarung

×

Kapolres Bangka: Insiden di Kampung Batako Bukan Geng Motor, Melainkan Perang Sarung

Sebarkan artikel ini
Momen Haru di Polres Bangka: Pemuda Pelaku Perang Sarung Bersimpuh Meminta Maaf kepada Orang Tua

Bangka – Kapolres Bangka AKBP Toni Sarjaka menegaskan bahwa insiden yang terjadi di Kampung Batako, Sungailiat, pada Senin (3/3/2025) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB bukanlah bentrokan antar geng motor, melainkan aksi perang sarung yang dilakukan oleh sekelompok anak-anak dan pemuda.

“Memang ada kejadian semalam, tetapi belum sempat terjadi perkelahian karena laporan cepat dari masyarakat dan kesigapan personel Polsek Sungailiat serta Polres Bangka dalam melakukan pencegahan,” ujar AKBP Toni Sarjaka.

Dalam kejadian tersebut, pihak kepolisian mengamankan tujuh anak-anak dan pemuda, termasuk satu perempuan. Dari hasil interogasi, empat orang di antaranya diketahui berencana melakukan perang sarung, sementara tiga lainnya hanya menonton.

Sebagai langkah pencegahan, Polres Bangka menggelar Deklarasi Pembubaran Perang Sarung di lapangan apel Polres Bangka. Acara tersebut dipimpin langsung oleh AKBP Toni Sarjaka dan dihadiri oleh Waka Polres Bangka Kompol Ayu Kusuma Ningrum, para pejabat utama Polres Bangka, serta orang tua dari anak-anak yang terlibat.

Dalam deklarasi ini, para pemuda yang terlibat menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi aksi serupa. Selain itu, alat yang digunakan untuk perang sarung—yakni kain sarung yang telah dilipat dan diikat dengan lakban—dimusnahkan dengan cara dibakar. Mereka juga melakukan sungkeman sebagai bentuk permintaan maaf kepada orang tua masing-masing.

Kapolres Bangka menegaskan bahwa Polres Bangka melarang keras segala bentuk perang sarung dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah aktivitas tersebut demi menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.

“Jika masih ada yang melakukan perang sarung di Kabupaten Bangka, kami akan menindak tegas karena kegiatan ini sangat mengganggu kamtibmas,” tegas AKBP Toni Sarjaka.

Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan perang sarung dapat diminimalisir dan tidak lagi terjadi di wilayah Kabupaten Bangka.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain agar perang sarung bisa dieliminasi, diantisipasi, dan dicegah sehingga tidak ada lagi kejadian serupa di Bangka,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *