Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Irjen Pol Andry Wibowo di UKW Kepri: Pers Hadapi Ancaman Digital dan Disinformasi

1019
×

Irjen Pol Andry Wibowo di UKW Kepri: Pers Hadapi Ancaman Digital dan Disinformasi

Sebarkan artikel ini
Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo, S.IK., S.H., M.H., M.Si., bersama Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) dan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta dalam pembukaan UKW Angkatan I Tahun 2026 di Hotel CK Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (29/8/2026). Foto Sumber: Btm.co.id
Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo, S.IK., S.H., M.H., M.Si., bersama Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, di Hotel CK Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (29/8/2026).

DJITUBERITA,TANJUNGPINANG – Ada momen ketika kehadiran seorang tokoh bukan sekadar mengisi sebuah acara, tetapi sekaligus memberi warna pada sebuah catatan perjalanan.

Hal itu terasa dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan I Tahun 2026 yang digelar Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta di Hotel CK Tanjungpinang, Kepulauan Riau Sabtu-Minggu (29-30/8/2026).

Di tengah agenda peningkatan kompetensi wartawan tersebut, sosok Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo, S.IK., S.H., M.H., M.Si.,  hadir menjadi perhatian.
Jenderal polisi bintang dua itu tidak hanya membuka kegiatan secara resmi, tetapi juga menyampaikan materi mengenai “Sinergi Polri dan Pers dalam Mewujudkan Keamanan Siber dan Menangkal Disinformasi di Wilayah Perbatasan.”

Kehadirannya menjadi bagian penting dari pesan besar UKW, bahwa kompetensi wartawan pada era digital tidak berhenti pada kemampuan menulis dan menjalankan kerja jurnalistik, tetapi juga menyangkut tanggung jawab menjaga ruang informasi publik tetap sehat.

Bagi Kepulauan Riau yang memiliki karakter wilayah perbatasan, isu tersebut memiliki arti tersendiri. Arus informasi bergerak tanpa mengenal batas geografis. Di ruang digital, informasi yang keliru dapat menyebar jauh lebih cepat daripada proses verifikasi.

Di titik inilah pers dan aparat penegak hukum memiliki ruang sinergi yang strategis, tanpa menghilangkan independensi masing-masing.

Ketika Jenderal Bicara Pers

Kehadiran Andry Wibowo yang saat ini mengemban tugas di Korp Kepolisian Republik Indonesia sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri, dalam pembukaan UKW perdana KJK bersama UPN “Veteran” Yogyakarta juga disebut menjadi catatan tersendiri bagi dunia pers di Kepulauan Riau.

Sementara itu, Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari, menyebut kehadiran jenderal bintang dua tersebut memberikan warna dalam perjalanan UKW pertama yang digelar organisasinya di Kepri.

UKW sendiri mengusung tagline “Melalui UKW Kita Wujudkan Wartawan Kepri yang Kompeten, Beretika dan Menjunjung Tinggi Independensi Ruang Redaksi.”

Tagline itu bukan sekadar rangkaian kata. Di tengah derasnya arus informasi, wartawan dituntut mampu berdiri di antara kepentingan, memilah fakta, melakukan verifikasi, serta mempertahankan independensi ruang redaksi.

Ady menegaskan UKW tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial.

“Ini bukan sekadar aktivitas seremonial belaka. Ini adalah sebuah panggilan jiwa. Kita tidak ingin sekadar menulis cerita yang lewat begitu saja, kita ingin mengukir sejarah dengan pena yang bertanggung jawab, profesional, dan bermartabat,” kata Ady dalam sambutannya, Sabtu (29/8/2026).

Pernyataan itu sejalan dengan tantangan yang kini dihadapi wartawan. Profesi jurnalistik berada di tengah perubahan besar, ketika informasi dapat diproduksi dan disebarkan siapa saja hanya melalui perangkat digital.

Namun, kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi.

Di sinilah kompetensi menjadi fondasi. Wartawan dituntut bukan hanya cepat, tetapi juga tepat; bukan hanya mampu memberitakan, tetapi memahami konsekuensi dari setiap informasi yang dipublikasikan.

Pers, Siber dan Wilayah Perbatasan
Materi yang disampaikan Andry Wibowo menjadi relevan dengan karakter Kepulauan Riau.

Sebagai wilayah perbatasan, Kepri memiliki posisi strategis yang membuat isu keamanan informasi menjadi semakin penting. Disinformasi, manipulasi informasi, hingga narasi yang menyesatkan dapat menjadi tantangan serius apabila tidak dihadapi dengan literasi, verifikasi, dan kerja jurnalistik yang profesional.

Pers memiliki posisi penting dalam situasi tersebut.

Wartawan bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga salah satu benteng verifikasi bagi masyarakat. Karena itu, kompetensi dan etika menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Sinergi dengan Polri dan aparat penegak hukum pun idealnya dibangun dalam koridor profesionalisme, dengan tetap menghormati independensi pers dan kebebasan ruang redaksi.

Pesan tersebut membuat kehadiran Andry Wibowo di forum UKW terasa lebih dari sekadar seremoni pembukaan.

“Ada pesan tentang tanggung jawab. Ada pesan tentang profesionalisme”.

Dan ada pesan bahwa menghadapi era disinformasi membutuhkan kerja bersama, tanpa mengaburkan batas dan fungsi masing-masing institusi.

Merawat Persaudaraan Profesi

Dalam kesempatan tersebut, Ady juga menyinggung dinamika yang terjadi di kalangan insan pers.

Menurutnya, perbedaan pilihan dan jalan yang ditempuh para pekerja media tidak seharusnya menghapus persaudaraan dalam satu profesi.

“Kita lahir dari profesi yang sama. Kita dibesarkan oleh cita-cita dan diajarkan oleh kode etik yang sama. Namun dalam perjalanan waktu, ada yang memilih jalan berbeda,” ujarnya.

Ia mengajak insan pers di Kepulauan Riau kembali memperkuat persahabatan, etika, dan marwah profesi jurnalistik.

“Bagaimanapun, darah profesi ini lebih kental daripada perbedaan yang sesaat. Dari tempat yang bermartabat ini, kami ingin memelihara persahabatan, kami ingin membuka tangan lebar-lebar,” katanya.

UKW Angkatan I Tahun 2026 KJK bersama UPN “Veteran” Yogyakarta akhirnya bukan hanya menjadi ruang untuk menguji kompetensi wartawan.
Lebih jauh, kegiatan itu menjadi ruang perjumpaan antara kompetensi, etika, independensi dan tantangan keamanan informasi.

Dan di antara rangkaian agenda tersebut, kehadiran Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo menjadi salah satu catatan penting.

Seorang jenderal bintang dua hadir di tengah insan pers bukan semata untuk membuka sebuah kegiatan, tetapi membawa pesan bahwa di tengah derasnya arus digital, pers yang kompeten, beretika dan independen tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi publik.

Khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau, pesan itu menjadi semakin relevan, bahwa melawan disinformasi bukan hanya soal siapa yang paling cepat menyampaikan informasi, tetapi siapa yang paling mampu memastikan informasi tersebut benar, bertanggung jawab dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan UKW KJK bersama UPN “Veteran” Yogyakarta mendapat sambutan dan dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sinergi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pers yang sehat di Kepri sebuah ekosistem yang menempatkan kompetensi, etika dan independensi sebagai pijakan utama.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *