Tutup
Djitu Berita
IMG_20240303_185723
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
BabelBangka BaratBerita Utama

Hentikan! Opini Negatif Terhadap TNI AD atas Penganiayaan Warga Mentok

570
×

Hentikan! Opini Negatif Terhadap TNI AD atas Penganiayaan Warga Mentok

Sebarkan artikel ini
Statmen: Komandan Yonif 147 KGJ, Letkol Inf Yokki Firmansyah dan Andre Pascal Posshumah, yang dikenal sebagai Andre Politik, seorang aktivis pemuda Bangka Belitung.(Sumber-KBO Babel)

Pangkalpinang-Djituberita.com, Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan oknum anggota TNI Angkatan Darat terhadap Asnadi, warga di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, terus memunculkan polemik di Provinsi Bangka Belitung.

Beberapa media telah menciptakan narasi yang menyebabkan kontroversi, dengan pernyataan bahwa antara oknum anggota TNI dengan korban belum mencapai perdamaian atau masih dipersoalkan, Sabtu (20/4/2024).

Meskipun berbagai spekulasi dan laporan telah memicu perdebatan publik, namun fakta terbaru menunjukkan bahwa telah terjadi perdamaian antara pelaku, khususnya anggota TNI, dengan korban yang diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam penanganan kasus ini, Komandan Yonif 147 KGJ, Letkol Inf Yokki Firmansyah, telah menunjukkan sikap tegas dengan mengambil langkah proaktif.

Yokki menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab serta memberikan bantuan kepada korban, apabila terbukti ada keterlibatan anggota TNI dalam kasus penganiayaan tersebut.

Bahkan diungkapkan Yokki, Surat pernyataan dan rekaman video yang dibuat oleh korban telah menegaskan bahwa tidak ada pemukulan atau penganiayaan oleh anggota TNI,lebih lanjut Yokki menghimbau hentikan! Opini Pemberitaan Negatif Terhadap TNI AD atas Penganiayaan Warga Mentok,Sabtu(20/4/24).

Sementara itu, Andre Pascal Posshumah, yang dikenal sebagai Andre Politik, seorang aktivis pemuda Bangka Belitung, menyuarakan keprihatinannya terhadap pemberitaan media yang cenderung menggiring opini negatif terhadap TNI.

Menurut Andre, ada upaya penggiringan opini dan penurunan citra TNI dalam beberapa pemberitaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pentingnya media mengedepankan fakta dan bukti yang kuat dalam setiap pemberitaan, serta menjaga keseimbangan dan keadilan dalam pemberitaan yang dilakukan.

“Jangan menggiring opini, dan jangan ada lagi kata ‘oknum TNI AD’ karena hal ini dapat merugikan seluruh prajurit TNI AD. Surat pernyataan dan rekam video korban tidak menyebutkan anggota TNI melakukan penganiayaan.”ungkap Andre.

Andre juga mengajak media untuk bekerja sama dengan TNI, mengingat TNI merupakan mitra terbaik dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah.

Dia menegaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh media haruslah akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, tanpa mengandalkan asumsi atau informasi yang belum terverifikasi dengan baik.

Pendapat Andre Politik juga mendapat dukungan dari Komandan Yonif 147 KGJ, Letkol Inf Yokki Firmansyah. Yokki berharap adanya kerjasama yang baik antara media dan TNI untuk menyampaikan informasi yang akurat dan menjaga integritas kedua belah pihak.

“Kami berharap media dapat bekerja sama dengan kami untuk menyampaikan informasi yang akurat dan tidak menggiring opini yang dapat merugikan citra TNI.

Pernyataan Andre Politik dan Komandan Yonif 147 KGJ menjadi sorotan dalam kasus ini, mengajak semua pihak untuk menjaga integritas dan menjunjung tinggi etika dalam penyampaian berita, demi terwujudnya informasi yang berkualitas dan mendukung terciptanya keamanan serta keadilan bagi semua pihak.

Sumber-KBO Babel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *