Palembang,Djituberita.com – Puluhan aktivis Garda Prabowo menggelar aksi damai di depan Markas Polda Sumsel, Senin siang (11/11/2024), untuk menyuarakan tuntutan pemberantasan mafia tanah di Sumatra Selatan, khususnya Kota Palembang. Dalam aksi tersebut, Wakil Ketua Investigasi Garda Prabowo, Feri Yandi, menyerukan kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi S.I.K., M.H., beserta jajarannya, untuk segera mengungkap dan menindak tegas para mafia tanah yang masih beroperasi bebas.
“Kami meminta Kapolda dan jajarannya untuk mengungkap kasus mafia tanah, khususnya di Kota Palembang,” tegas Yandi dalam orasinya yang menggunakan pengeras suara.
Yandi menyoroti banyaknya laporan polisi terkait penyerobotan tanah (Pasal 385 KUHP), pembuatan surat palsu (Pasal 263 KUHP), dan penggunaan surat palsu (Pasal 266 KUHP) yang melibatkan mafia tanah. Namun, menurutnya, proses penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus tersebut, baik di Polda Sumsel maupun jajarannya, belum menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu kasus yang ia soroti adalah laporan polisi dengan Nomor LP/393/A/X/2014/SUMSEL, dengan pelapor Kaharudin M., yang hingga saat ini belum menemui kejelasan.
Yandi juga menekankan bahwa program pemerintah pusat di bawah Presiden Republik Indonesia telah berkomitmen tegas untuk memberantas mafia tanah yang merugikan masyarakat. Namun, ia menilai bahwa di lapangan masih banyak kasus yang belum ditangani dengan maksimal. “Kami mendukung penuh program Presiden untuk memberantas mafia tanah. Tapi di Sumatra Selatan, khususnya Palembang, kami melihat belum ada langkah konkret yang cukup signifikan dari pihak kepolisian,” tambahnya.
Aksi damai tersebut diwarnai dengan orasi dari sejumlah aktivis Garda Prabowo, yang membawa spanduk berisi tuntutan mereka. Mereka meminta agar kepolisian bertindak tegas dan cepat dalam menangani laporan masyarakat, terutama terkait sengketa tanah dan mafia yang terus merajalela. “Kami ingin keadilan ditegakkan, agar tanah yang merupakan hak masyarakat tidak dirampas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” seru salah satu orator.
Aktivis juga mendesak Polda Sumsel untuk membentuk tim khusus guna menangani kasus mafia tanah dan memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel. “Kami butuh kejelasan, kami butuh tindakan nyata, bukan janji-janji,” ujar Yandi menutup orasinya dengan penuh semangat, diikuti oleh teriakan dukungan dari peserta aksi.















