Jakarta,Djituberita.com – Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dinilai belum menjawab masalah mendasar bangsa. Forum Aktivis Indonesia (FAI) menilai langkah tersebut masih setengah hati, sebab sejumlah menteri yang justru kerap melahirkan kebijakan menyengsarakan rakyat tetap dipertahankan.
Presidium FAI, Ramadhan Isa, menegaskan reshuffle tak boleh dipandang sekadar bongkar pasang kursi. “Pergantian Sri Mulyani dan Budi Arie memang langkah positif, tapi publik melihat reshuffle ini hanya kosmetik politik. Masih ada menteri yang seharusnya ikut dievaluasi karena kinerjanya justru menjadi beban,” sindirnya di keterangan pers Kamis (18/9) di Jakarta.
Aktivis yang akrab disapa Dhani itu mengingatkan, kebijakan yang salah arah sama saja dengan rem tangan yang menghambat jalannya pemerintahan. “Kalau hanya ganti orang tapi logika kebijakannya tetap ngawur, rakyat tak akan merasakan perubahan,” tambahnya.
Sebelumnya, FAI pernah meminta agar Presiden Prabowo mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi. Atas desakan itu, keduanya memang diganti. Namun, Dhani menilai ada enam menteri lain yang tak kalah provokatif dalam menyengsarakan rakyat:
1. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia – Memaksa SPBU swasta membeli minyak dari Pertamina hingga banyak yang gulung tikar.
2. Menteri Pertanian Amran Sulaiman – Membandingkan harga beras Indonesia dengan Jepang, seolah realita ekonomi kedua negara sama.
3. Menteri Desa Yandri Susanto – Infrastruktur pendamping desa terpuruk, pembangunan desa pun mandek.
4. Menteri Komunikasi Digital Meutya Hafid – Dinilai gagal menjaga keamanan data, tapi rajin memborong predikat “ratu blokir.”
5. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli – Lapangan kerja tak muncul, justru pengangguran kian massif dan sertifikasi K3 makin mencekik.
6. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin – Pernyataannya kerap melukai logika publik, seperti menilai yang bergaji Rp15 juta otomatis lebih sehat.
“Pola kebijakan seperti itu membuat visi Asta Cita Presiden Prabowo sulit diwujudkan. “Kalau benar-benar ingin menyelamatkan republik ini, hentikan semua menteri provokator ini. Jangan sampai rakyat melihat reshuffle kemarin hanya sebatas bedak tipis politik,” Tegas Dhani yang juga Pengurus Poros Muda NU ini.















