SERANG, DJITUBERITA.COM – Ketua Dewan Penasehat DPP Pro Jurnalismedia Siber (PJS), H. M. Farid Aljawi, S.E., M.H., menerima PIMRED Award 2025 dalam kategori Tokoh Pengusaha Terbaik Bidang Investasi Daerah dan Pengembangan Wilayah Sub Sektor Wisata Religi.
Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian perayaan HUT ke-2 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, yang digelar secara meriah di Ballroom Aston Serang Hotel & Convention Center, Jumat malam (18/7/2025).

Mendorong Investasi Daerah Berbasis Spiritualitas
Farid Aljawi dikenal luas sebagai figur pengusaha nasional yang mengedepankan pendekatan investasi berbasis nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal. Upayanya dalam mengembangkan destinasi wisata religi seperti umrah dan haji berbasis daerah menjadi sorotan utama dalam ajang bergengsi ini.
“Penghargaan ini adalah buah dari kerja kolektif. Saya persembahkan untuk semua pihak yang telah bekerja bersama membangun wilayah melalui investasi dan nilai-nilai religius,” ujar Farid usai menerima penghargaan.
Sebagai tokoh sentral dalam organisasi pers digital nasional, Farid menegaskan bahwa peran media, pelaku usaha, dan pemerintah daerah harus berjalan seiring demi menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.
“PJS adalah bagian dari gerakan ini. Kita tidak bisa membangun tanpa komunikasi yang sehat dan transparan. Media punya peran vital dalam menjaga arah pembangunan,” tambahnya.
PIMRED Award, Ajang Apresiasi Tokoh Perubahan
Ketua Umum Forum PIMRED, Bernadus Wilson Lumi, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar ajang penghargaan ini mampu mendorong lahirnya pemimpin yang bertanggung jawab, jujur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kita butuh tokoh-tokoh yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga memberi dampak nyata pada tata kelola daerah,” ungkap Wilson.
Konsolidasi Nasional Pelaku Media dan Pembangunan
Acara ini dihadiri oleh para tokoh media, pejabat daerah, dan mitra strategis pembangunan dari berbagai wilayah di Indonesia. PIMRED Award 2025 menjadi panggung konsolidasi nasional yang memperkuat kolaborasi antara media, pengusaha, dan pemerintah.(*)















