Pangkalpinang – Anggota Komisi II DPRD Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel untuk mengevaluasi kerja sama dengan Bank Sumsel Babel. Desakan ini muncul setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Babel dan pihak bank tersebut beberapa waktu lalu.
“Menurut saya, perlu menjadi bahan evaluasi, bagaimana selama ini kinerja Bank Sumsel Babel, serta masalah yang ada,” ujar Rina membenarkan melalui jejaring media,(10/12/24).
Rina menyoroti permasalahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang melibatkan masyarakat, serta sejumlah kasus hukum yang menjerat petinggi Bank Sumsel Babel, sebagai aspek yang perlu mendapat perhatian serius.
Dia menegaskan bahwa keberadaan bank daerah seharusnya memberikan manfaat lebih luas, bukan sekadar menjadi tempat penyaluran gaji pegawai. “Padahal, seharusnya banyak manfaat dan kerja sama yang bisa dilakukan. Jangan hanya sekadar penyaluran kredit,” tambahnya.
Rina juga mengungkapkan kemungkinan DPRD Babel membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mendalami kerja sama antara Pemprov Babel dan Bank Sumsel Babel.
Sementara itu, PJ Gubernur Babel, Sugito, yang sebelumnya menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Sumsel Babel di Palembang (6/12/2024), menekankan pentingnya digitalisasi layanan perbankan.
“Pelayanan hendaknya selalu terdepan, dengan konsep digitalisasi untuk layanan yang lebih mudah dan cepat,” tegas Sugito. Ia juga meminta Bank Sumsel Babel mendukung program pemerintah daerah, termasuk realisasi Opsen PKB dan BBNKB pada Januari 2025.
Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (Bakueda), total uang kas daerah Pemprov Babel per Januari 2023 tercatat sebesar Rp567 miliar. Hal ini semakin menegaskan pentingnya evaluasi agar pengelolaan keuangan daerah dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(Red/*)















