Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Pangkalpinang

Basit Cinda, Sosok Membumi dan Bukti Kerja Nyata untuk Pangkalpinang

×

Basit Cinda, Sosok Membumi dan Bukti Kerja Nyata untuk Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini
Kebersamaan tanpa sekat, berkelakar ringan jadi pengikat. Beginilah cara sederhana Basit Cinda merayakan makna gotong royong dengan warga Pangkalpinang di sela kegiatan kesehariannya.(Foto/Istimewa)

Artikel Eksklusif

PANGKALPINANG,DJITUBERITA.COM –Dalam geliat Kota Pangkalpinang yang terus bergerak menuju modernisasi, muncul satu sosok yang diam-diam telah menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat bawah:

Basit Cinda, meski bukan putra daerah, nama dan wajah Basit telah melekat di hati warga Pangkalpinang. Anak-anak muda milenial, pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, buruh pasar, hingga ibu-ibu rumah tangga yang saban hari berjibaku dengan kebutuhan hidup.

Basit Cinda adalah bukti bahwa cinta terhadap tanahnya ia pijak Sekarang, tidak diukur dari tempat lahir, tetapi dari seberapa dalam komitmen dan kontribusi kongkret untuk membangun.

Ia telah lama menetap di Pangkalpinang. Kota ini bukan sekadar tempat singgah, melainkan rumah bagi masa depan keluarganya dan ladang pengabdian bagi masyarakatnya.

Bekerja dalam Diam, Dikenal dalam Aksi

Basit lebih dikenal melalui kerja diam ketimbang janji manis. Ia kerap turun langsung ke kampung-kampung, menyapa warga tanpa sekat, mendengarkan keluhan mereka, dan mencarikan solusi. Tak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai “wakil suara warga kecil bukan karena jabatan, melainkan karena kehadirannya yang nyata saat masyarakat membutuhkan.

Jejak Nyata: Dari UMKM, Edukasi, hingga Aksi Sosial, Keagamaan

“Beliau datang bukan waktu ramai kamera, tapi waktu kami butuh. Dia dengar, dia bantu, dan dia nggak pernah bawa nama,” ujar Ibu rumah penjual warung makanan di sekitar Ramayana.

Sebagai pegiat sosial dan penggerak UMKM, Basit dikenal aktif memfasilitasi pelatihan keterampilan untuk ibu rumah tangga dan anak muda yang memiliki bakat kreatif. Selain itu, ia juga memberi perhatian besar terhadap pendidikan anak-anak di wilayah pinggiran, termasuk mendukung komunitas belajar informal yang minim fasilitas.

Tidak hanya itu, Basit juga aktif hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan dan bakti sosial di tengah masyarakat. Ia kerap terlihat membantu secara langsung, mulai dari kegiatan masjid, pembagian sembako, hingga penggalangan dana untuk warga sakit atau tertimpa musibah.

Di Mata Warga: Pemimpin yang Membumi

Meski bukan berdarah Pangkalpinang, masyarakat kecil telah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga besar mereka. Basit bukan sekadar calon walikota. Ia adalah sahabat yang membumi, rendah hati, dan tidak membedakan latar belakang sosial.

“Pak Basit itu kalau duduk di warung kopi, nggak bawa ajudan. Kadang malah beliau yang traktir kami. Kayak keluarga sendiri,” ucap salah tukang parkir di kawasan jalan Sudirman Pangkalpinang.

Mimpi Besar, Kaki Tetap Menjejak Tanah

Kini, lewat pencalonannya sebagai WaliKota Pangkalpinang 2025, Basit Cinda mengajak seluruh warga khususnya masyarakat bawah untuk ikut membangun wajah baru Pangkalpinang yang lebih inklusif, manusiawi, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil.

Visi yang ia bawa sederhana namun kuat: Kota Pangkalpinang yang ramah untuk semua kalangan.”

Sosok Basit mungkin bukan berasal dari silsilah bangsawan Pangkalpinang. Namun, ia telah menulis namanya sendiri di hati warga kota ini dengan tinta kerja nyata, ketulusan, dan sikap membumi.

Menuju Pilkada Pangkalpinang 2025 yang tinggal menghitung bulan, warga kini memiliki alasan kuat untuk percaya:

Pemimpin sejati tak harus lahir dari tanah, tapi dari cinta dan pengabdian. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *