PANGKALPINANG,DJITUBERITA.COM– Sosok Basit Cinda kini mulai diperbincangkan hangat di kalangan masyarakat Kota Pangkalpinang sebagai salah satu calon kuat Wali Kota pada Pilkada mendatang.
Gaya komunikatif, rekam jejak yang bersih, serta kedekatannya dengan warga membuat namanya mencuat sebagai figur alternatif yang diyakini mampu membawa perubahan nyata khususnya kota Pangkalpinang.
Berbagai elemen masyarakat menilai Basit bukan hanya hadir saat musim politik, melainkan sosok yang konsisten turun ke lapangan, mendengar, dan ikut menyelesaikan persoalan warga.
“Pak Basit bukan tipe pejabat menara gading. Ia hadir di tengah-tengah warga saat banjir, saat harga bahan pokok naik, dan saat warga butuh solusi konkrit,” ujar Mardiana (42), ibu rumah tangga di Kelurahan Gabek I.,ujarnya(7/6).
Basit dikenal aktif sejak masa mudanya dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia juga menjadi inisiator beberapa gerakan literasi dan UMKM berbasis komunitas di Pangkalpinang, terutama selama masa pandemi.
“Saya mengenal beliau sebagai tokoh muda yang punya integritas dan konsistensi. Ia tak hanya bicara, tapi benar-benar bekerja,” tutur H. Syarifuddin, tokoh agama dari Kecamatan Rangkui.
Kedekatannya dengan anak-anak muda juga menjadi nilai tambah tersendiri. Ia kerap mengisi forum-forum diskusi, membina komunitas kreatif, bahkan menjadi mentor bagi beberapa pelaku usaha rintisan di Pangkalpinang.
“Pak Basit itu pendengar yang baik. Saya pernah curhat soal sulitnya akses promosi produk UMKM, dan dua minggu kemudian kami sudah difasilitasi ikut pameran tingkat provinsi,” kata Riko (27), pelaku usaha kopi lokal.
“Pangkalpinang butuh pemimpin yang paham akar masalah, bukan yang hanya datang saat kampanye. Pak Basit punya modal sosial yang kuat,”tambah pak Edi Hermanto(38) wiraswasta berkerja di Pangkal pinang ini.
Rekam jejak Basit dalam birokrasi maupun sektor sosial juga tak diragukan. Ia dikenal sebagai figur yang disiplin, sederhana, dan mampu membangun jejaring lintas sektor. Beberapa tokoh lintas agama dan komunitas budaya juga menyatakan siap mendukungnya jika maju resmi sebagai calon Wali Kota.
Meski belum menyatakan secara terbuka pencalonannya, banyak pihak sudah mulai menyuarakan dukungan. Baliho dan pamflet komunitas relawan “Pangkalpinang Muda Basit” mulai terlihat di berbagai sudut kota Pangkalpinang.
“Pangkalpinang butuh pemimpin yang paham akar masalah, bukan yang hanya datang saat kampanye. Pak Basit punya modal sosial yang kuat,” tambahnya.
Warga berharap, jika kelak resmi maju, Basit membawa visi pembangunan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat: penguatan ekonomi lokal, pengendalian banjir, tata kota yang ramah, serta pemerintahan yang bersih dan melayani.(*)















